Politik

Cuma Andalkan Hoax & Provokasi Biar Menang, Prabowo Subianto Capres Asbun bin Ngawur

Ayonews, Jakarta

Provokasi dan penyebaran hoax menjadi andalan Capres bernomor 02 Prabowo Subianto untuk menjatuhkan lawannya pasangan No 01 petahana Jokowi-Ma’ruf Amin. Capres usungan Partai Gerindra, PKS dan PAN itu dinilai
asal bunyi,  ngawur,  suka bohong dan miskin data.

Salah satunya adalah pernyataan Prabowo bahwa 99 persen ekonomi masyarakat Indonesia sedang susah dan pas-pasan.

“Pernyataan ini kelihatan kalau Capres 02 betul-beul kere data.  Apa dia tidak melihat tingkat kemiskinan sudah menurun drastis sepanjang negeri ini berdiri,” ujar Djafar Badjeber,  Wakil Direktur Penggalangan dan Jaringan TKN capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Aktifis yang terkenal lantang di era Orde Baru ini membeberkan berbagai hasil survey tingkat kepuasan rakyat kepada pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

“Tingkat kepuasan masyarakat sudah mencapai 68 – 74 persen.  Ada kartu indonesia sehat,  kartu pintar dan berbagai program harapan serta bantuan sosial yang begitu masif  dirasakan rakyat kurang mampu,” terangnya

Sebagai Capres, lanjut Dja’far, Prabowo selalu asal bunyi,  ngawur dan berkonotasi berbohong. Sebagai seorang tokoh bangsa statemennya harus memberikan pencerahan,  pendidikan politik dan elegan.

“Statemennya yang menyebutkan 99 persen rakyat susah dan pas-pasan sungguh menggelikan sekaligus mengharukan.  Apa separah itu keadaan rakyat Indonesia?
Apa ada rakyat yang sudah tidak bisa makan? Ekstrim bangat statemen dia,” ujar Djafar.

Kalau betul rakyat susah sampai dengan 99 persen, sambung Dja’far, tentu tingkat kriminalitas terus meningkat.

“Buktinya keamanan masyarakat masih terkendali dan aman.  Kalau toh ada kejahatan lebih kepada pelaku kriminal kambuhan. Pelaku kriminal kambuhan lebih disebabkan jalan pintas,  instan,  malas dan ingin foya-foya tanpa kerja,” paparnya.

Dja’far mengatakan, pernyataan-pernyataan Prabowo lebih kepada kepentingan pribadi untuk mencari simpati kepada rakyat.  Ingin mendapat dukungan rakyat dalam pilpres mendatang akan tetapi tidak menggambarkan situasi sesungguhnya.

“Kalau mau menang Pilpres yang elegan dong,  bukan mengeluarkan kata-kata yang bernuansa provokatif dan tidak mendidik. Saya yakin, bila Prabowo masih terus berhoax-hoax, tingkat popularitas,  aksebilitas dan elektabilitasnya bisa menurun,  dan bahkan dia bisa gagal total dan mudah tumbang,” jelasnya.

Djafar meminta Capres Prabowo jika mau bertarung dalam Pilpres harus yang fair,  jujur dan amanah.

“Saya tidak pernah melihat dan mendengar Capres petahana Joko Widodo dan cawapres KH Ma’ruf Amin membuat statemen berbau provokatif, berbohong dan hoax.  Capres-cawapres 01 tetap menjaga keutuhan bangsa. Karena mereka berdua tidak ingin pilpres ini membuat rakyat tercerai-berai apalagi sampai menimbulkan konflik horisontal,” tambahnya.

Dja’far menegaskan Pilpres 2019 ini merupakan ajang adu konsep,  ide dan gagasan,  bukan membodohi rakyat.

Pilpres ini harus menumbuhkan kesadaran berbangsa,  pendidikan politik yang berkualitas serta mendapatkan informasi yang benar,  akurat dan valid,” tandas mantan anggota MPR RI 1987-1992 ini.(one)

Most Popular

To Top