Politik

Kasus Hoax Ratna Sarumpaet, Prabowo: Maaf…maaf…Jokowi: Kerja…kerja…Ora Urus

Ayonews, Jakarta
Kasus hoax Ratna Sarumpaet turut menyeret Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sampai-sampai capres nomor urut 02 itu sempat ikut menyebarkan kebohongan Ratna.

Ratna Sarumpaet yang sebenarnya melakukan operasi sedot lemak, menutupinya dengan berbohong telah mengalami penganiayaan karena wajahnya bengkak. Kebohongan Ratna itu sempat beredar hampir dua hari sebelum akhirnya Polri menguak kebusukan si nenek rempong itu.

Dalam hitungan jam setelah Ratna mengakui kebohongannya, Prabowo menyampaikan permohonan maaf. Prabowo mengaku terburu-buru mempercayai begitu saja bualan Ratna.

“Saya atas nama pribadi dan sebagai pimpinan dari tim kami ini, saya minta maaf ke publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya,” kata Prabowo di kediamannya, Rabu (3/10) kemarin.

Posisi Ratna sebagai jurkamnas pun dicopot. Namun urusan itu tidak berhenti begitu saja lantaran berbagai pelaporan ke kepolisian langsung bermunculan. Bahkan Prabowo pun dipolisikan.

Di sisi lain, kebohongan Ratna itu terdengar pula oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketika Ratna mengaku bohong dan Prabowo meminta maaf, Jokowi sedang meninjau korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

“Episode ‘sinetron’ Ratna heboh se-Nusantara, melibatkan banyak tokoh besar. Tidak mungkin Pak Jokowi tidak mengetahui, ya,” kata Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki, Kamis (4/10/2018).

Namun Jokowi tidak memusingkan urusan kebohongan Ratna yang terkuak itu. Teten menyebut Jokowi sedang sibuk terkait penanganan gempa dan tsunami di Sulteng.

“Tapi kemarin Pak Jokowi tidak terlalu memperhatikan. Nggak nanya-nanya soal itu. Mungkin kepala dan isi hati beliau lagi fokus mengenai penanganan dampak gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, yang tidak mudah,” kata Teten.

“Seharian kemarin, beliau meninjau lapangan untuk memastikan proses evakuasi di Palu dan Donggala berjalan baik. Juga memastikan instruksinya soal percepatan logistik, pasokan BBM, ketersediaan listrik, dan lainnya berjalan dengan baik,” imbuh Teten.(***)

Most Popular

To Top