Nasional

Penyebar Hoax VN Sweeping & Penolak Aksi 210 itu Antek & Penjilat Aplikator Penindas Ojol

Ini surat penolakan aksi demo 210 yang mengatasnamakan Komunitas KBBG Gajahmada Trinity yang diduga berasal dari provokator pemecah belah Ojol. Foto: TIM WRC

Ayonews, Jakarta
Ada upaya memecah belah di kalangan driver online yang berupaya menghambat aksi unjuk rasa 210 yang berlangsung Selasa (2/10/2018) besok.

Mulai beredarnya voice note adu domba melalui wadah-wadah grup WA komunitas Ojol seluruh Indonesia, sampai lembaran surat penolakan aksi 210 oleh oknum-oknum driver Ojol yang menjadi penjilat aplikator penindas.

Pesan voice note yang beredar itu menyatakan akan terjadi aksi sweeping terhadap driver Ojol yang tidak ikut dalam aksi 210 itu.

Kemudian dalam lembaran surat penolakan aksi 210 yang ditujukan kepada Polres Metro Jakarta Pusat mengatasnamakan KBBG Gajah Mada Trinity dengan kordinator yang mengaku bernama Agus Kurniawan.

“Mari kita rapatkan barisan. Yang aksi dan tidak aksi sama-sama saling menghormati Tidak ada paksaan kepada driver lain yang memilih untuk mencari rejeki,” ujar Ikbal Korlap aksi 210 pada Selasa besok.

Menurut Ikbal, oknum yang menyebar berita hoax berupa pesan voice note dan surat lembaran penolakan itu merupakan antek kapitalis aplikator dan penjilat yang menginginkan agar kekompakan Ojol terpecah.

“Unjuk rasa itu merupakan hak warga negara. Dilindungi undang-undang. Perbedaan itu biasa. Yang tak suka demo nggak perlu nyinyir atau bahkan sampai berusaha memecah belah. Begitu pun yang mendukung aksi, tak perlu anarkis. Kita aksi damai Unjuk rasa adalah perjuangan dalam menuntut keadilan,” tegas Ikbal.

Karena itulah, lanjut Ikbal, demi menghindari adanya provokasi dan adanya penyusup, korlap aksi demonstran sudah menyiapkan tim intelijen dan pengawalan Satgasus dari Tekab Indonesia.

Ikbal meminta kepada pihak penyebar hoax dan pemecah belah untuk sadar bahwa menjadi provokator dan penjilat kaum kapitalis adalah pecundang.

“Saya yakin penyebar hoax itu antek aplikator penindas Ojol. Bukan dari Ojol murni yang berjuang di lapangan untuk mencari nafkah. Mereka kini ketakutan karena aksi demonstran ini bakal lebih besar dari aksi-aksi sebelumnya,” tutup Ikbal.(Tim WRC)

Most Popular

To Top