Gaya Hidup

Begini Nih, Aksi Pengawalan Jenazah & Orang Sakit Keluarga Ojol

Ini tim pengawal jenazah dari Bekasi hingga Tasikmalaya. Foto: Zebua

Ayonews, Tasikmalaya
Salah satu tradisi dalam komunitas ojek online (Ojol) adalah pengawalan jenazah atau orang sakit butuh emergency. Biasanya, dalam satu komunitas ada dua sampai 5 ojol yang mendapat kepercayaan untuk misi ini.

Dalam kondisi apa pun, mereka siap untuk terjun melakukan pengawalan mobil jenazah atau orang sakit hingga sampai tujuan. Baik di kuburan atau rumah sakit. Dibayar…? Tentu saja tidak. Dikasih ongkos bensin? Juga tidak!

Setiap aksi pengawalan, ada dua motor dengan driver ahli di posisi depan. Motornya sudah siap dengan sirine. Di belakangnya mobil jenazah atau pengantar orang sakit. Baru di belakangnya lagi, gabungan pasukan ojol Resque, Unit Reaksi Cepat (URC) dan sebagainya gabung dengan pelayat atau rombongan ojol lainnya.

]
“Suatu saat kita yang akan dikawal. Ini tugas dari hati nurani munculnya. Siap tidak siap, harus siap setiap saat,” cetus Denny Akbar, salah satu anggota Rescue Tekab Indonesia, di Jakarta (29/9/2018).

Seperti aksi pengawalan jenazah yang dilakukan hari ini oleh Tim Resque Tekab Tangerang Kota dan komunitas Ojol Tasikmalaya.

Tim Resque Tekab Tangerang kota mengawal jenazah Nenek dari kordinator lapangan komunita Ojol PIS Mpok kiki. Neneknya, Hj.Muslimah binti Kasan Prawiro (84) meninggal pada hari Jumat (28/09/18) pukul 23.45 WIB. Jenazah dimakamkan di TPU Karet Tengsin pada Sabtu (29/09/2018) pukul 10.00 WIB.

Kemudian ada juga pengawalan jenazah Entoh Suhartanto (64) warga Jl Nusa Indah, Pejuang, Harapan Indah Bekasi, orangtua dari Yudha, anggota komunitas Singo Edan, Bekasi. Jenazah dibawa dari Harapan Indah Bekasi ke kampung Cemcem Jaya Mukti, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (29/0/2018) pukul 05.30 WIB.

“Sudah tradisi, namanya juga kebersamaan. Ojol itu hidup sama-sama mencsari nafkah di jalanan. Susah dan senang kita rasakan bersama. Ketika salah satu keluarga Ojol ada yang menderita, kita semaksimal mungkin membantu. Mungkin kita hanya bisa ikut mengawal sampai jenazah di liang lahat, ya itu kemampuan kita,” papar Ujang Muhsin, Ojol Grab Tasik.

Entah dari mana kebersamaan dan saling peduli ini bisa terbangun. Yang pasti, bila salah satu anggota sebuah komunitas ada yang sakit atau meninggal dunia, maka anggota dari komunitas lain akan turut membantu.

“Biasanya sebelum pengawalan sudah rame dibroadcast WA kabar duka itu. Nah pas dapat kabar itu kita saling kontak via WA atau share ke grup lain. Di rumah duka langsung melakukan pengawalan. Tinggal ditentukan jam dan waktunya,” ujar Ujang.(TIM WRC Tasik dan Tangkot)

Most Popular

To Top