Ibukota

Bacot Ridzky Kramadibrata Ngaco Kayak Orang Sakaw, Terus Provokasi Massa Grab Demo Masif

Direktur Manajer Grab Indonesia Ridzky Kramadibrata.

Ayonews, Jakarta

Dalam pernyataannya di berbagai media, Direktur Manajer Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menyebut bahwa aksi demo yang dilakukan oleh para mitra driver onlinenya, baik roda empat maupun roda dua bermotif politik.

“Bacotnya Ridzky udah kayak orang sakaw. Kelihatan ngaconya. Masa’ aksi orang teraniaya dibilang lebay. Kami kan menuntut keadilan,” ucap Ketua Presidium Garda Indonesia, Igun Wicaksono dalam keterangan persnya, Jumat (28/9/2018) di Jakarta.

Igun menilai, pernyataan tersebut merupakan bentuk arogansi Grab yang tidak mampu menerima aspirasi para mitra driver onlinenya secara aspiratif.

“Bahkan cenderung memprovokasi agar para mitranya kembali melakukan aksi-aksi yang lebih masif. Karena menyebut aksi Garda kemarin hanya dilakukan segelintir driver online yang tidak mewakili jumlah driver online yang ada,” ujar Igun.

Selagi pihak Grab tidak aspiratif terhadap tuntutan mitranya yang hanya menginginkan keadilan dan peningkatan kesejahteraan, Igun menegaskan, para mitra driver online akan menjawab pernyataan Ridzki dengan aksi-aksi yang akan makin masif.

“Para mitra pun akan bergabung dalam aksi besar gabungan roda dua dan roda empat. Lihat saja nanti. Aksi besar ini adalah jawaban dari kesombongan Ridzki,” papar Igun.

Igun mengungkapkan, aliansi-aliansi roda dua dan roda empat dalam pertemuan gabungan pada Kamis (27/9/2018) di Jakarta sepakat untuk menjawab pernyataan-pernyataan Ridzki di berbagai media dengan aksi masif gabungan secara bergelombang.

“Setiap bulan bahkan setiap minggu, baik aksi ke kantor-kantor Grab maupun ke instansi-instansi pemerintah terkait transportasi online kami siap lakukan. Aksi mingguan di Istana Merdeka menagih janji Presiden RI yang sudah perintahkan para menterinya untuk selesaikan permasalahan driver online pada Selasa (27/3/2018) lalu di Istana Merdeka, saat menerima perwakilan Garda di ruang oval,” tegas Igun.

Igun meminta pemerintah seharusnya tidak boleh tutup mata akan hal ini. Sebab, jika pemerintah diam saja berarti ikut bermain mata di balik perusahaan aplikator, sehingga perusahaan aplikator menjadi arogan dan provokasi mitranya untuk terus melakukan aksi massa turun ke jalan.

“Selama keadilan belum kami dapat, berbagai permasalahan driver online tidak akan kunjung selesaik. Demo akan terus masif,” tutupnya.(TIM WRC)

Most Popular

To Top