Hukum & Kriminal

Polres Jakbar Bongkar Pabrik Ekstasi dan Tangkap 3 Sindikat Narkoba Internasional

Alat pembuatan sabu dan ekstasi yang berhasil dibongkar aparat Polrestro Jakarta Barat. Foto: Yuswadi/WRC Bekasi

Ayonews, Jakarta

Jajaran Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil membongkar pabrik pil ekstasi di sebuah rumah di Perumahan Sentra Pondok Rajeg Blok B2 No 5, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Sabtu (22/09) dini hari.

Dari lokasi produsen narkoba, polisi menemukan  bahan baku pembuat pil setan tersebu. Di antaranya bahan utama sabu Methapethamine, Ephidrine, Kafein, dan Fosfor.

“Dalam penggerebekan itu, jenis  ekstasi ini cukup berbahaya. Istilahnya 3 in 1, dimana ekstasi pada umumnya yang ada bersifat efek stimulan saja. Tapi yang ditemukan saat ini bersifat depresan dan halusinogen,”  kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi. saat memberikan keterangan pers di depan awak media, Senin (24/09/18).

Terbongkarnya jaringan narkoba Internasional ini, menurut Hengki, berawal dari kerjasama 3 pilar. Diawali dari informasi Babinsa dan Bhabinkamtibmas bahwa ada peredaran narkoba di kawasan Slipi Jakarta Barat.

“Sementara ini merupakan hasil dari pengembangan tertangkapnya dua sepasang kekasih pada beberapa hari lalu,” imbuhnya.

Dari informasi dan hasil pengembangan tersebut, lanjut Hengki, jajarannya menangkap tersangka SI. Berdasarkan interograsii terhadap tersangka SI, bahwa ada narkotika jenis ekstasi dan sabu lainnya di wilayah Grogol, Tanjung Duren Jakarta Barat.

“Daari  informasi yang diterima, petugas melakukan under cover menuju arah Cilincing memburu pelaku RS yang disebut SI,” jelasnya.

Dari hasil interograsi terhadap RS, petugas menuju Depok untuk bertransaksi dengan tersangka lainnya berinisial AP. Dari tangan AP,  petugas mendapati barang bukti sebanyak 1000 pil ekstasi. Sedangkan dari tangan RS, petugas juga menyita 1 plastik paket sabu seberat 10 gram.

Kemudian petugas melakukan  pengggeledahan di rumah AP. Dari penggeledahan rumah AP ditemukan barang bukti antaranya narkotika jenis sabu seberat 158 gram, 3000 butir pil ekstasi, satu paket ganja, 2000 butir pil Eximer, 1 Kg bahan baku setengah jadi, 3 mesin alat cetak ekstasi Merk TDP-O, bahan baku berupa bubuk gram caffein seberat 1274 gram, bahan baku berupa bubuk Avicel seberat 4751 gram, bahan baku berupa bubuk Ephedrine seberat 136 gram, bahan baku berupa bubuk Key seberat 35 gram, bahan baku berupa bubuk Red Fosfor seberat 1800 gram, bahan baku berupa pewarna  bubuk seberat 250 gram, 3 botol kecil bahan baku pewarna makanan cair merk kupu-kupu, 3 buah timbangan elektrik, satu buah kalkulator, tiga unit Handpone

“Dari hasil pengungkapan tersebut, kita mengamankan tiga orang tersangka yakni SI (55), AP (40) dan RS (24),” Kata Hengki

Tersangka AP, kata Hengki, merupakan residivis dengan kasus serupa dan baru bebas 3 bulan yang lalu. Mereka (tersangka) akan dijerat Pasal Pasal 113 ayat (2), Sub 114 ayat (2), Sub 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika

Ia menjelaskan, tersangka ini memproduksi ekstasi perhari sebanyak 500 butir dan  sudah melakukan selama satu tahun. Untuk mendapatkan bahan bakunya melalui jaringan pasar gelap Internasional. Pil ekstasi hasil racikannya ia jual ke jaringan lapas yang berada di Jakarta

“Berdasarkan hasil Laboratorium, ekstasi ini lebih berbahaya dari ekstasi lain, karena merupakan jenis baru dan mempunyai daya rusak yang cukup kuat bagi tubuh pemakai dibandingkan ekstasi lain. Kandungannya terdiri dari bahan utama sabu Methapethamine, Ephidrine, Kafein, Fosfor,”Jelasnya.(Yuswadi/WRC Bekasi)

Most Popular

To Top