Megapolitan

Meski Logistik Terbatas, Massa Garda Telah Buktikan Lebih Solid dan Militan

Ayonews, Jakarta
Aksi Gabungan Roda Dua (Garda) 199, luar biasa. Massa aksi terus bertahan hingga pukul 20.00 WIB. Seharusnya dapat dibubarkan paksa oleh Kepolisian pada pukul 18.03 WIB.

“Namun nyatanya massa tetap bertahan dan kegiatan aksi tetap berlanjut,” kata Ketua Presidium Garda Indonesia, Igun Wicaksono, Kamis (20/9/2018), saat evaluasi aksi massa Garda di Markas Garda dan Tekab Indonesia di Jl Kodam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Menurut Igun, kelemahan Aksi199 adalah keterbatasan logistik makanan dan minuman.

“Kurangnya logistik konsumsi menjadikan kondisi fisik para pejuang mulai drop saat mulai mendekati jam delapan malam, sehingga diambil keputusan untuk membubarkan diri pukul 20.15 WIB,” terang Igun.

Garda memaklumi kondisi ini mengingat ini adalah aksi yang murni dilakukan oleh para pejuang ojek online yang penghasilan sehari-harinya hanya dari mengojek.

“Dengan segenap keterbatasan yang ada, tanpa ada dukungan logistik dari pihak manapun, massa tetap solid menyatakan aspirasi dan tuntutan mereka pada Grab,” ujarnya.

Igun mengaku bangga bisa berjuang bersama rekan-rekan pejuang semua.

“Solid, militan dan pantang mundur,. Kita sudah berjuang. Perjuangan itu bagian dari ikhtiar untuk mengubah nasib para driver Grab menjadi lebih baik,” ujarnya.

Walau tuntutan Trisula Garda belum terpenuhi dan kaburnya para eksekutif Grab yang tidak bersedia temui para pejuang aksi 199, hingga menutup semua kantor operasional di Benhil, Jakarta Pusat, maupun kantor pusat Grab di Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, tidak menjadi persoalan bagi massa Garda.

“Kami akan terus menggelorakan semangat demi perubahan nasib ojek online untuk bisa lebih mendapatkan hasil yang lebih manusiawi dan adil antara aplikator dengan para driver onlinenya,” tutup Igun.(Yuswadi/Ujang Muhsin/Tim WRC)

Most Popular

To Top