Megapolitan

Awas, Ada Penyusup Perusak Kekompakan Massa Garda

Ayonews, Jakarta

Aksi massa Garda pada Rabu (19/9/2018) berlangsung lancar. Meski tak anarkis, namun ada saja pihak penyusup yang hendak memprovokasi keadaan.

“Alhamdulillah aksi bisa berjalan lancar. Teman-teman juga bisa tertib menyampaikan aspirasi. Salut buat teman-teman Ojol, meski logistik minim, mereka militan,” ujar Ketua Umum Tekab Indonesia (salah satu wadah atau komunitas ojek online), Ari Nurprianto, Kamis (20/9/2018).

Namun demikian, lanjut Ari, bukan berarti dalam aksi itu tidak ada yang berupaya memprovokasi keadaan.

“Saya kira ada upaya adu domba dari pihak-pihak yang tak bertanggungjawab,” kata Ari.

Seperti foto yang beredar, terlihat mereka yang berseragam jaket Grab sedang berusaha mencopot spanduk “Kantor Grab disegel”.

“Itu bagian dari upaya menodai perjuangan Aksi #199. Mereka pengecut. Cuma berani saat kami tak ada di tempat,” ucapnya.

Meski hasilnya belum maksimal, bahkan pihak Grab tetap kekeuh menolak 3 tuntutan, massa Garda tetap akan melakukan aksi demo lanjutan.

“Perjuangan itu butuh pengorbanan. Kita nggak akan berhenti berjuang sampai keadilan itu kita rebut,” ujarnya.

Seperti diketahui, Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata tetap menolak tuntutan massa Garda.

Ridzky juga memastikan Grab tidak akan menaikkan tarif. Alasannya kenaikan tarif bisa memicu penumpang berpindah ke aplikasi lain dan menyebabkan penurunan pendapatan bagi para driver.(one)

Most Popular

To Top