Nasional

Tak Cuma 3 Tuntutan, Massa Garda 199 Desak Penegak Hukum Usut Kasus Money Laundry & Penggelapan Pajak Grab Indonesia

Ayonews, Jakarta

Berbagai elemen dan kelompok massa driver ojek online sudah dipastikan unjuk rasa di Rabu (19/9/2018) pagi ini. Sasaran mereka adalah kantor Grab Indonesia di Benhil, Jakarta Pusat dan Lippo Kuningan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Ketua Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono menegaskan, malam ini sudah ribuan driver berkumpul di beberapa titik ibukota.

“Mereka datang dari berbagai daerah. Selain Jabodetabek, mereka juga datang dari Pulau Jawa. Seperti Palembang dan Bali. Sekarang mereka berada di basecamp-basecamp yang didirikan swadaya kelompok driver ojol,”  terang Igun, di Jakarta Selasa (18/9/2018) di Mako Garda dan Tekab Indonesia di Kodam, Sumur Batu, Jakarta Pusat.

Igun menegaskan, tuntutan para driver sudah jelas. Pihak Grab telah semena-mena kepada para mitranya. Tak hanya tarif yang terus menurun. Bahkan, Grab makin nekat memotong komisi sebesar 20% dari hasil keringat para drivernya.

Igun kembali menegaskan, Garda menuntut tiga hal yaitu: pertama, perjanjian kemitraan antara aplikator dengan driver ojek online yang adil dan transparan dan saling menguntungkan. Kedua, aplikator harus menggunakan mekanisme tarif dasar berdasarkan rumus transportasi bukan supply demand algoritma. Ketiga, hilangkan potongan komisi 20% bagi aplikator.

Rencananya, lanjut Igun, setelah dari kantor Grab Bendungan Hilir, massa Garda akan mengepung kantor pusat Grab Indonesia di komplek perkantoran Lippo Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Ketua Tekab (Team Khusus Anti Begal) Indonesia Ari Nurprianto menyatakan tak hanya tiga tuntutan itu yang akan diminta para demonstran. massa aksi juga mendesak Polri, Kejaksaan dan KPK, serta perbankan Indonesia dan Dirjen Pajak, mengusut dugaan praktik pencucian uang yang dilakukan Grab Indonesia.

“Grab telah memotong 20% dari pengahsilan driver dari setiap orderan sebagai potongan pajak. Namun pembayaran pajak itu tak pernah transparan. Seharusnya pihak driver pun diberitahu bahwa potongan tersebut telah dibayarkan pajaknya ke negara,” ungkapnya.

Dugaan adanya praktik money laundry yang dilakukan Grab, menurut Ari, tak hanya dari soal potongan 20% itu. Tapi juga dugaan adanya aliran dana dari luar negeri sebagai investasi operasional Grab Indonesia.

“Ini perlu diselidiki perbankan. Tekab mendesak Polri, Kejaksaan dan KPK untuk mengusut ke mana aliran dana itu yang diduga jadi money laundry demi memperkaya Grab, tapi bersamaan memeras keringat dan darah para drivernya,” paparnya.(TIM WRC)

Most Popular

To Top