Nasional

Aksi 199, Massa Garda Bakal Kepung Kantor Grab Bawa Buntut Pari, Telor Busuk dan Tukang Las

Ayonews, Jakarta
Aplikator Grab kepala batu. Sudah didemo berkali-kali oleh puluhan ribu driver online makin pongah. Kini, para pejuang aspal itu makin resah. Tak hanya tarif yang terus menurun. Bahkan, Grab makin nekat memotong komisi sebesar 20% dari hasil keringat para drivernya.

Belum lagi ancaman putus mitra semena-mena dari perusahaan asing itu kepada para driver yang dianggap kritis. Karena itu, driver ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) berencana menggelar demonstrasi besar-besaran di kantor Grab, Jakarta, Pada Rabu (19/9/2018).

Ketua Garda, Igun Wicaksono, dalam keterangan tertulisnya menyatakan demonstrasi tersebut diperkirakan melibatkan 50.000 driver ojek online seluruh Jabodetabek.

“lihat saja nanti, wilayah Benhil dan Jl. Jenderal Sudirman pun akan lumpuh total di hari itu. Dari 50.000 driver ojek online yang siap hadir, bahkan akan terus bertambah. Kabarnya, perwakilan tiap provinsi yang ada aplikator Grab juga akan datang,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (14/9/2018).

Rencananya, lanjut Igun, setelah dari kantor Grab Bendungan Hilir, massa Garda akan mengepung kantor pusat Grab Indonesia di komplek perkantoran Lippo Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Ketua Tekab (Team Khusus Anti Begal) Indonesia Ari Nurprianto menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan rencana ulang yang sebelumnya siap digelar pada pembukaan Asian Games 2018 lalu.

“Saat itu kita sepakat dengan para aktivis driver online yang peduli pada nasib kawan-kawan untuk mengundurkan jadwal aksi. Kita hormati pesta Asian Games. Kami ingin pagelaran pesta olahraga Negara-negara Asia itu berlangsung aman dan damai,” ujar Ari.

Dalam aksi demonstrasi pada 19 September besok, Ari menegaskan, Garda menuntut tiga hal yaitu: pertama, perjanjian kemitraan antara aplikator dengan driver ojek online yang adil dan transparan dan saling menguntungkan. Kedua, aplikator harus menggunakan mekanisme tarif dasar berdasarkan rumus transportasi bukan supply demand algoritma. Ketiga, hilangkan potongan komisi 20% bagi aplikator.

Karena selama ini aplikator dianggap keras kepala, Ari mengancam akan melakukan aksi yang akan membuat manajeman Grab ketar-ketir. “Kita tidak anarkis. Aksi dijamin akan aman dan damai. Kami punya Satgas sendiri untuk mengatur agar jalannya demo berlangsung lancar,” jelasnya.

Jika manajemen Grab menolak tuntutan tersebut, bahkan tidak mau menemui para pendemo, Ari menandaskan, pihaknya akan melakukan sikap tegas. Selain akan mengepung markas Grab, pihaknya juga sudah menyiapkan satu ton telor busuk untuk melempari kantor Grab.

“Kita juga akan berikan mereka buntut pari sebagai symbol pecutan agar mereka sadar sudah memperkaya diri dari hasil keringat dan darah driver yang sudah pasti merupakan putra-putri bangsa. Dan hasil kekayaannya dibawa ke negara asing dimana Grab berasal. Sudah banyak saudara kita yang meninggal dalam tugas mencari rejeki keluarga demi memperkaya Grab. Kalau masih membandel juga, mau kita las itu pagar kantor Grab biar mereka nggak bisa keluar,” tuturnya.(One/WRC Tangkot)

Most Popular

To Top