Nasional

Korban Tewas Bus Masuk Jurang di Sukabumi Bertambah Jadi 23 Orang

Warga dan polisi mengevakuasi korban kecelakaan bus yang terjun ke jurang di Sukabumi, Jabar, Sabtu (8/9/2018).

SUKABUMI, Ayonews.com – Jumlah korban tewas akibat bus yang mengangkut 31 karyawan dealer motor PT Catur Putra Raya Bogor terjun ke jurang di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), bertambah menjadi 23 orang. Sebelumnya, jumlah korban tewas masih 17 orang. Tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah karena sejumlah korban masih kritis.

Jumlah ini sesuai data yang diperoleh hingga pukul 18.00 WIB. Seluruh korban ditangani di RSUD Palabuhanratu Sukabumi dan sebagian lagi di RSUD Sekarwangi Cibadak.

“Korban yang ditangani di RSUD Palabuhanratu sebanyak 21 jenazah dan dua lagi ditangani di RSUD Sekarwangi Cibadak,” kata Humas RSUD Palabuhanratu Bili Agustian di Sukabumi, Sabtu (8/9/2018).

Informasi yang dihimpun korban tewas akibat kecelakaan di Desa/Kecamatan Cikidang itu mayoritas dari Bogor dan Depok. Namun, dari jumlah tersebut, baru satu jenazah yang dibawa pulang keluarga korban, yakni Muhamad Darwis warga Kampung Cipedes, Desa Cilengsing, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Pihak RSUD Palabuhanratu sebelumnya memaparkan, mayoritas korban yang meninggal dunia tersebut akibat benturan keras di kepala, dada dan lain-lain. Saat kejadian, banyak korban yang tertindih korban lainnya maupun badan bus yang terguling di dalam jurang sedalam 25 meter.

Jumlah korban yang meninggal dunia tersebut dipekirakan masih mungkin bertambah. Pasalnya, masih ada beberapa yang kritis dan belum sadarkan diri karena luka parah di sekujur tubuhnya.

“Kami masih melakukan pendataan, karena korban seluruhnya tidak dibawa ke RSUD Palabuhanratu tetapi ada yang ke RSUD Sekarwangi,“ ujarnya.

Sebelumnya, rombongan karyawan PT Catur Putra Raya ini berangkat dari Bogor, Jabar dengan menggunakan empat unit minibus menuju objek wisata arung jeram Cikidang. Namun, bus yang paling belakang tiba-tiba oleng dan langsung terjun ke dalam jurang di Kampung Bantar Selang, tepatnya di tikungan Letter S.

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengatakan, kecelakaan dua bus diduga disebabkan rem yang tidak berfungsi baik dan sopir tidak memahami medan Jalur Cikidang-Palabuhanratu. Polres Sukabumi tidak merekomendasikan jalur Cikidang dilalui bus dan truk, terutama pada malam. Selain penerangan sangat minim, kawasan ini masih hutan, banyak belokan tajam, dan terdapat jurang cukup dalam di kanan kiri jalan.

“Cikidang-Palabuhanratu ini jalur alternatif dan lebih dekat ke Palabuhanratu. Namun, kami tidak merekomendasikan jalur ini untuk dilalui terutama pada malam hari,” kata Nasriadi saat dihubungi.

Daru Virgo Santoso

Most Popular

To Top