Internasional

Indonesia Masuk Kategori 1 Tingkat Keamanan Penerbangan Internasional

Ayonews, Bali
Penyelenggaraan Indonesia Fellowship Training Program 2018 melalui Program Pelatihan Internasional di Bidang Penerbangan, Ramp Safety Awareness dan Foam Tender Operation and Defensive Driving di Bali pada 3 – 7 September 2018 ini meningkatkan citra  Indonesia di mata internasional.
“Dari hasil penyelenggaraan tersebut, Indonesia dipandang oleh negara peserta sebagai negara berkembang yang lebih maju dalam bidang keamanan penerbangan. Dan mereka juga sangat percaya di bidang itu Indonesia sudah sangat maju ,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (PPSDMPU), Umiyatun Hayati Triastuti di Swiss Bella Hotel Bali, kepada wartawan usai penutupan Penyelenggaraan Indonesia Fellowship Training Program 2018 melalui Program Pelatihan Internasional di Bidang Penerbangan, Ramp Safety Awareness dan Foam Tender Operation and Defensive Driving, Jumat (7/9/2018) di Bali.
Dengan penyelenggaraan di Bali, lanjut Umiyatun, menambah kepercayaan dunia internasional bahwa Indonesia aman.
“Kita baru saja dilanda musibah gempa Lombok. Tapi dengan kehadiran perwakilan negara-negara itu bisa membuktikan bahwa di sini aman.
 Bahkan beberapa peserta usul kalau bisa tiap tahun kegiatan serupa ini ada,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug, Surya Irianta  mengatakan, training pelatihan 2018 ini yang dilaksanakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) telah mendapatkan pengakuan secara internasional melalui sertifikasi dari ICAO Train Airplus.
“Ratingnya cukup bagus 94,5. Respon dari negara-negara yang ikut serta dalam training ini cukup bagus. Ini menandakan Indonesia sebagai negara berkembang sudah lebih maju lagi,” ujar Surya.
Surya mengungkapkan, saat ia berbincang dengan para perwakilan negara peserta training, mereka merasa cukup puas dengan penyelenggaraan tersebut. Apalagi 10 trainer yang melatih mereka putra bangsa yang sudah bersertifikat dari ICAO Train Air Plus.
 “Kita punya kelebihan di bidang Civil aviaton. Dalam penyelenggaraan selanjutnya di Palembang pada 20-26 September 2018 mendatang, kemungkinan peserta negara lain akan bertambah. Seperti kita sudah ada komunikasi dengan Papua Nugini dan Bangladesh,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, negara-negara yang ikut dalam kegiatan pelatihan ini berasal dari Palestina,  Afghanistan, Maldives, Srilanka, Bhutan, Mongolia, Seychelles,Nepal, Vietnam, Myanmar dan Laos.
Soal tingkat keamanan penerbangan, Indonesia tidak diragukan lagi oleh dunia Internasional.
“Indonesia mendapat peringkat kategori satu yang merupakan kategori keamanan tertinggi. Sehingga Amerika dan negara Uni Eropa pun sudah membuka diri buat penerbangan kita ke sana,” tambahnya.
Penyelenggaraan kegiatan ini mendapat apresiasi yang tinggi dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
“Saya bangga. Dunia penerbangan Tanah Air saat ini tidak dapat lagi dipandang sebelah mata. Hal ini dikarenakan faktor keselamatan dan keamanan dunia penerbangan Tanah Air sudah diakui di mata internasional,” ujar Budi Karya  saat dihubungi di Jakarta (7/9/2018)
Menurut Menhub penyelenggaraan ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah Indonesia untuk memajukan dunia penerbangan secara global. Pihaknya berjanji secarta kontinyu akan terus menyelenggarakan kegiatan serupa.
“Indonesia Fellowship Training Program 2018 merupakan program tahunan sejak tahun 2012 yang bertujuan untuk meningkatkan peran aktif Negara Indonesia di kancah dunia internasioal, terutama dalam memberikan kontribusi bidang penerbangan terhadap Kerjasama Selatan Selatan Triangular (KSST),” jelas Menhub.
Menhub menambahkan Indonesia Fellowship Training Program 2018 dilaksanakan sesuai Standard Training Package (STP) Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara yang telah mendapatkan pengakuan secara internasional melalui sertifikasi dari ICAO Train Air Plus, dimana Pusbang SDM Perhubungan Udara selaku wakil negara Indonesia terdaftar sebagai Fully Member.(***)

Most Popular

To Top