Nasional

Sulit Dievakuasi, 7 Penambang Emas Liar di Jambi Dikubur Massal

Tim SAR gabungan menghentikan proses pencarian tujuh korban penambang emas liar yang tretimbun longsor di lubang jarum. (Foto: Antara)

JAMBI, Ayonews.com – Basarnas menghentikan proses evakuasi tujuh penambang emas liar yang terjebak di lubang jarum galian mereka di Desa Parit Tanjung, Kabupaten Merangin, Jambi, Rabu (5/9/2018).

Pencarian dihentikan karena posisi ketujuh korban yang tertimbun longsor sulit dievakuasi. “Posisi korban di lubang galian tambang emas telah diketahui namun sulit dievakuasi, lokasi itu menjadi kuburan massal bagi mereka,” kata Kepala Basarnas Provinsi Jambi, Al Hussain.

Dia menjelaskan, keputusan tersebut telah disepakati berdasarkan hasil evaluasi operasi oleh Pemkab Merangin, Basarnas, TNI, Polri dan unsur yang terlibat serta keluarga korban.

Hussain menyebutkan, jumlah total keseluruhan korban yang terjebak longsor saat mencari emas sebanyak 13 orang. Enam orang dalam keadaan selamat dan tujuh orang dinyatakan meninggal dunia dan langsung dikuburkan secara massal di lokasi.

“Setelah melakukan koordinasi dengan Pemda, TNI/Polri dan keluarga korban serta instansi yang terlibat, operasi SAR disarankan untuk ditutup,” kata Hussain.

Para penambang emas di Desa Parit Tanjung, Kecamatan Renah Pembarap itu diketahui mencari emas dengan metode membuat lubang galian yang oleh warga setempat disebut sebagai lubang jarum dengan kedalaman mencapai 30-50 meter.

Aktivitas ilegal ini sangat berisiko, sebab mereka membuat lubang tepat di bawah Sungai Merangin, salah satu sungai besar dengan bebatuan yang ada di daerah itu.

Umumnya lubang jarum penambang emas ilegal itu pertama digali vertikal, kemudian penambang membuat lubang horizontal lagi yang mengarah di bawah sungai.

Kuat dugaan lubang galian penambang itu pada, Minggu (22/9/2018) mengalami kebocoran sehingga terjadi longsor dan dipenuhi air sungai yang menyebabkan penambang terjebak.

Akses menuju lokasi hanya dapat ditembus lewat jalur air, sehingga mobilisasi peralatan sangat sulit. Alat beratpun tidak dapat masuk lokasi. Tim SAR sudah berupaya melakukan evakuasi selama empat hari dengan melakukan penyedotan air menggunakan mesin pompa air di lokasi korban tertimbun lonsor, namun debit air semakin meningkat menyebabkan penyedotan air tidak efektif.

Evakuasi korban hanya dapat diakses dari lubang jarum, namun lubang jarum tersebut sudah tertutup longsor dan air. Tim SAR dalam operasi evakuasi penambang emas terjebak dalam lubang galian mereka sendiri itu terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Bungo, Pemkab Merangin, BPBD Merangin, Brimob Den B Bangko, Polres Merangin, Kodim 0420/Sarko dan dibantu keluarga korban serta masyarakat setempat.(sally)

editor:daru virgo

Most Popular

To Top