Ekonomi

Melemah 105 Poin, Kurs Rupiah Tembus Rp14.815 per Dolar AS

JAKARTA, Ayonews.com – Kurs rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Senin (3/9/2018) menapaki level psikologis baru ke Rp14.800-an per dolar Amerika Serikat (AS) seiring greenback yang melaju positif terhadap mayoritas mata uang.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berakhir terdepresiasi 105 poin atau 0,71 persen menjadi Rp14.815 per dolar AS dari sesi terakhir pekan lalu Rp14.710 per dolar AS. Laju harian rupiah tercatat Rp14.729-14.821 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah melemah 85 poin atau 0,58 persen menjadi Rp14.810 per dolar AS dari posisi terakhir pekan lalu Rp14.725 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan ke Rp14.725 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.723-14.825 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 56 poin menjadi Rp14.767 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.711 per dolar AS.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada sebelumnya mengatakan, nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.745-14.715 per dolar AS. Pergerakan rupiah berpeluang kembali melemah akibat dolar AS yang masih menguat.

Dia mengatakan, pergerakan rupiah masih memiliki peluang kembali melemah seiring penguatan lanjutan yang terjadi pada dolar AS. Kembali meningkatnya permintaan akan dolar AS membuat pergerakannya cenderung kembali meningkat dan berimbas pada melemahnya rupiah.

“Diharapkan pelemahan rupiah dapat lebih terbatas. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah,” kata Reza.

Pergerakan rupiah sebelumnya, kembali melemah terimbas terapresiasinya dolar AS. Adanya sentimen kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi perang dagang kembali membuat permintaan akan dolar AS meningkat. Pergerakan dolar AS kembali terapresiasi setelah Presiden Trump berencana kembali mengenakan tarif impor atas sejumlah barang dari China.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mengkhawatirkan kondisi yang sama akan diberlakukan oleh Uni Eropa. Sementara itu, dari dalam negeri tidak ada sentimen positif sehingga rupiah pun kembali terdepresiasi.(val)

editor: Daru Virgo

Most Popular

To Top