Nasional

41 Anggota Dewan Jadi Tersangka, DPRD Kota Malang Lumpuh Total

Suasana Gedung DPRD Malang pascapenetapan 22 anggota DPRD Malang sebagai tersangka.

# Ganti Anggota Legeslatif 2019

MALANG, Ayonews.com – Pascapenetapan 41 anggota DPRD Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) sebagai tersangka kasus suap pembahasan APBD Perubahan TA 2015 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), DPRD Kota Malang lumpuh total. Sejumlah agenda yang dijadwalkan pada Senin (3/9/2018), terpaksa dibatalkan.

Diketahui, dari total 45 anggota DPRD Kota Malang, sudah ada 41 anggota yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Pada tahap ketiga, sebanyak 22 orang ditetapkan sebagai tersangka sehingga praktis anggota DPRD Kota Malang yang tak berstatus tersangka tinggal 4 orang.

Sebanyak 22 anggota DPRD Kota Malang diberangkatkan ke Jakarta sejak Minggu (2/9/2018) untuk memenuhi proses penyidikan oleh tim penyidik KPK. Gedung DPRD Malang di kawasan Bundaran Tugu tampak kosong melompong. Hampir seluruh ruangan tertutup rapat. Hanya beberapa pegawai yang terlihat beraktivitas seadanya.

BACA JUGA: KPK Tetapkan 22 Tersangka Baru, Anggota DPRD Malang Tinggal 4 Orang

Sesuai jadwal, seharusnya pada Senin (3/9/2018), dilaksanakan sidang paripurna untuk pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Masa Akhir Jabatan Wali Kota Malang. Namun, kegiatan terpaksa ditunda karena peserta sidang tidak akan memenuhi quorum.

Sejumlah agenda lain juga yang terancam gagal digelar, di antaranya pembahasan APBD Perubahan Kota Malang TA 2018. Kekosongan anggota dewan juga mengancam pembahasan Rancangan APBD Kota Malang TA 2019. Kemudian, pembahasan penggantian sekretaris DPRD Kota Malang dan pembahasan pengisian kekosongan anggota dewan.

Seluruh alat kelengkapan dewan pun tidak bisa bekerja. Baik Badan Anggaran (Banggar) maupun Badan Musyawarah (Banmus) tidak bisa menggelar rapat karena tidak quorum.

KPK sebelumnya menetapkan 22 orang tersangka baru dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang TA 2015. “KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penyidikan terhadap 22 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di gedung kantor KPK, Jakarta, Senin (3/9/2018).

Penetapan ini merupakan tahap ketiga dari penetapan tersangka dalam dugaan korupsi berjamaah ini. Dalam tahap pertama KPK telah menetapkan 2 orang tersangka (ketua DPRD dan kepala dinas), sedangkan pada tahap kedua KPK menerapkan 19 orang tersangka (18 anggota DPRD dan Wali Kota Malang M Anton).(daru)

Most Popular

To Top