Pariwisata

Selain Kopi, Gayo Punya Sederet Wisata Menarik yang Wajib Dikunjungi

Danau Lut Tawar jadi destinasi menarik yang disukai wisatawan. (Foto: YouTube)

JAKARTA, Ayonews.com – Gayo selalu identik dengan nama sejenis kopi. Tapi siapa sangka, Gayo yang berada di wilayah Takengon, Aceh Tengah ini juga menyimpan banyak potensi wisata alam yang luar biasa.

Fadli Ramadhani Hakim, pengusaha kopi kelahiran Gayo, Aceh Tengah mengatakan, banyak pemandangan indah yang sayang untuk dilewatkan jika berkunjung ke daerah penghasil kopi terbesar ini.

“Akhir-akhir ini banyak turis lokal maupun internasional yang datang ke Gayo. Tidak hanya minum kopi saja, tapi juga menikmati pemandangan alam,” ujarnya saat berbincang dengan Ayonews.com di Jakarta, baru-baru ini.

Pria yang 20 tahun tinggal di Aceh Tengah ini pun ada spot-spot wisata menarik yang wajib dikunjungi selama tinggal di Gayo, Takengon. Berikut penjelasannya:

Pantan Terong

Pantan Terong merupakan salah satu objek wisata andalan desa Gayo. Pantan Terong juga dikenal sebagai Puncak Al-Kahfinya dataran tinggi Gayo. Keunggulan tempat ini bisa melihat seluruh Kota Takengon dan Danau Lut Tawar dari ketinggian.

“Lokasi ini sering dijadikan spot foto yang keren bagi anak-anak muda zaman now. Untuk menuju lokasi ini, juga banyak perkebunan dan persawahan yang bagus buat berfoto,” kata Fadli.

Danau Lut Tawar

Danau ini menjadi danau terbesar yang berada di Aceh. Saking besarnya masyarakat sekitar menyebutnya laut rasa airnya tawar, sehingga diberi nama Danau Laut Tawar atau Danau Lut Tawar.

Berada di ketinggian 1.200 mdpl membuat hawa di sekitar danau menjadi sejuk. Untuk mengelilingi danau ini membutuhkan waktu satu setengah hingga dua jam menggunakan sepeda motor.

“Kalau dari cerita turun-temurun, di dasar Danau Lut Tawar ada bom aktif peninggalan Belanda. Katanya, Belanda sengaja membuang bom-bom tersebut dalam danau saat ada penyebuan tentara Jepang,” ucap dia.

Bintang

Desa Bintang terletak di sisi Timur Danau Laut Tawar. Dari sinilah pacu kuda Gayo (pacu kude) berawal. Pacu kuda di Gayo itu ramai yang menonton dan banyak pesertanya, bahkan bisa sampai 300-an peserta.

“Pacu Kuda di sini unik. Kudanya besar-besar, tapi jokinya anak-anak kecil yang masih sekolah dasar. Jadi, banyak turis datang ke sini cuma mau lihat ajang satu tahunan ini,” jelas dia.

Gua Putri Pukes

Nama Gua Putri Pukes diambil dari legenda seorang putri yang bernama Pukes. Singkat cerita, sang putri dipersunting oleh seorang pangeran dari desa seberang. Tidak ada isak tangis keluar dari mata orangtuanya. Bukan karena tak sedih, tapi karena sudah seharusnya Pukes pergi, tinggal, dan menetap di tempat suami.

Sebaliknya, air mata keluar bercucuran dari mata Pukes. Dia memeluk sang ibu karena berat meninggalkannya. Sebelum pergi, sang ibu berpesan agar Pukes tidak menengok ke belakang. Dia harus terus memantapkan kaki ke depan.

Pukes perlahan berjalan meninggalkan rumah dan ibunya. Tapi apa daya, dia tak kuat untuk mematuhi pesan sang ini. Pukes pun menoleh ke belakang. Dalam sekejab, tiba-tiba tubuh Pukes berubah menjadi batu.

“Konon jika kita berkunjung ke Gua Putri Pukes, kemudian melihat patungnya dan kita sedih, maka batu tersebut akan mengeluarkan air mata,” kata Fadli.

Most Popular

To Top