Tech

Mobil Mogok, Ini yang Harus Diperhatikan saat Menderek

Sebagai antisipasi mobil tiba-tiba mogok, ada baiknya Anda selalu menyediakan tali penarik di bagasi mobil. (Foto: Suzuki)

JAKARTA, Ayonews.com – Kejadian yang tidak diinginkan pengemudi di tengah perjalanan adalah mobil mengalami mogok. Apalagi kejadian menimpa pada malam hari, tentu sangat merepotkan.

Solusinya, Anda bisa menelepon layanan darurat derek kendaraan. Tapi, jika kesulitan menghubungi petugas, sebagai alternatif Anda bisa meminta bantuan kendaraan lain yang melintas.

Lalu bagaimana mendereknya? Dilansir dari situs resmi Suzuki ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat mobil diderek, sebagai berikut:

Pertama, siapkan tali penarik. Untuk bisa diderek gunakan tali yang kuat, baik dari bahan baja maupun tambang. Sebagai antisipasi, ada baiknya Anda selalu menyediakan tali penarik di bagasi mobil. Jangan takut memakan banyak tempat di bagasi mobil karena tali dapat digulung.

Kedua, perhatikan berat mobil. Saat mobil yang mogok akan diderek, Anda harus pastikan dulu bobot mobil yang menderek lebih besar (lebih berat) dibandingkan mobil diderek. Tujuannya, untuk lebih memudahkan proses penderekan.

Ketiga, pasang tali derek di tempat yang tepat. Memasangkan tali penarik yang akan dipakai untuk menderek itu gampang-gampang susah. Beberapa mobil memiliki pengait atau alat tambahan yang bisa dipasang di bumper depan atau belakang.

Tetapi jika Anda kesulitan, cek buku manual kendaraan supaya lebih jelas. Ingat, jangan sekali-kali mengikat tali derek pada bumper atau suspensi karena tidak kuat menahan bobot kendaraan yang akan diderek.

Keempat, perhatikan panjang tali derek. Tampak sepele, namun panjang tali berpengaruh pada keselamatan Anda. Panjang tali yang disarankan adalah sekitar 4 meter atau kurang lebih sepanjang bodi mobil yang akan diderek. Hal ini penting supaya mobil mudah dikendalikan ketika akan mengerem atau berbelok.

Kelima, setelah tali dikaitkan dengan tepat jalan perlahan. Pastikan tali tidak kendur untuk meminimalisir kemungkinan putus. Mobil penderek sebaiknya memacu kendaraan perlahan 30-40 km per jam, untuk meminimalisir hentakan.

Jangan lupa nyalakan lampu utama. Hal ini penting supaya bisa mengetahui kondisi jalan. Saat berhenti, jangan lupa menyalakan lampu hazard untuk memberi tanda kepada pengguna jalan.(lan)

Most Popular

To Top