Nasional

Siapkan Telor Busuk 1 Ton, Ribuan Ojol Ikut Ramaikan Pesta Pembukaan Asian Games

Ayonews, Jakarta 

Pesta Asian Games 2018 boleh saja meriah. Berbagai spanduk, bendera, menjelang pesta olahraga negara-negara di benua Asia itu bertebaran di mana-mana.

“Namun perlu diingat bahwa ada tetesan darah dan keringat dari para ojek online yang turut serta mensponsori pagelaran Asian Games,” kata Ketua Presidium Tekab (Tim Khusus Anti Begal) Indonesia, Ari Nurprianto, di Jakarta, (12/8/2018).

Sayangnya, lanjut Ari, tidak ada niatan baik dari pihak Grab untuk memperhatikan kesejahteraan mitranya. Sampai saat ini pihak Grab selalu berkilah tarif yang diberlakukan buat mitranya sudah sesuai.

“Grab arogan. Terus menerus membuat kebohongan publik demi menyelamatkan mukanya. Apalagi saat ini menjelang Asian Games. Grab jadi sponsor,” katanya.

Ari menegaskan, pihaknya terus melakukan konsolidasi ke seluruh DPW Tekab seluruh Indonesia untuk melakukan aksi demo pada 18 Agustus nanti saat saat pembukaan Asian Games

“Aksi 188 itu pasti. Ribuan ojol bakal ikut meramaikan pesta pembukaan Asian Games. Beberapa titik aksi sudah kita siapkan. Termasuk telor busuk juga sudah kita siapkan 1 Ton untuk melempari simbol atau bendera yang ada sponsorship Grab,” ujarnya.

Sementara itu, Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) menuding GRAB Indonesia bohong besar. Menyatakan seolah ada kenaikan tarif, namun kebijakan lama yang diumumkan kembali.

Ketua Garda, Igun Wicaksono, mengungkapkan fakta tarif dasar GRAB yang berlaku di lapangan saat ini Rp 1.200 per km sampai Rp 1.800 per km adalah tariff lama yang masih dinilai tidak manusiawi.

Menurutnya, tarif Grab sesungguhnya adalah Rp 1.500 per km (gross) untuk jarak pendek. Penerimaan bersih mitra setelah dipotong 20% untuk manajemen GRAB maka menjadi Rp 1.200/km. Sedangkan untuk jarak jauh di atas Rp 2.000 (gross) per km.

Maka wajar, menurut Igun, jika para mitra terus menuntut pemberlakuan tarif lebih manusiawi bagi mitra GRAB.

Sebelumnya manajemen GRAB Indonesia mengumumkan telah menaikkan tarif dan tidak terkait dengan tuntutan dari Garda.

Grab Bike disebutkan telah menaikkan argo minimum setiap perjalanan dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.000.

Menaikkan tarif per km dari Rp 1.600 menjadi Rp 2.300 untuk perjalanan jarak pendek. Menanggapi itu, Igun mengatakan, tarif dimaksud manajemen GRAB tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan masih jauh dari tuntutan.

“Tarif yang dia bilang naik adalah tarif rata-rata menurut algoritmanya GRAB sendiri. Fakta di lapangan masih di angka Rp 1.200 sampai Rp 1.800/km,” tegasnya.(***)

Most Popular

To Top