Nasional

Total Pengungsi Gempa Lombok Diperkirakan Lebih dari 20.000 Jiwa

Pasien dievakuasi ke area parkir rumah sakit Kota Mataram pascagempa bumi berkekuatan 7 SR mengguncang Lombok, NTB, Minggu (5/8/2018). (Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi)

JAKARTA, Ayonews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum bisa memastikan jumlah pengungsi akibat dari gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8/2018) malam. Namun, lembaga tersebut memperkirakan angkanya tidak akan kurang dari 20.000 ribu orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, dalam musibah gempa 6,4 SR yang menimpa Lombok, NTB, akhir Juli lalu, jumlah pengungsi terakhir tercatat sebanyak 10.170. Sementara, gempa yang terjadi tadi malam kekuatannya lebih besar dan lebih luas daerahnya, sehingga kemungkinan besar jumlah pengungsi pun bisa semakin meningkat.

“(Untuk jumlahnya) saya tidak bisa memastikan. Tapi lebih dari 20.000 pengungsi semua yang di sini jadi total,” ujar Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (6/8/2018).

Untuk korban hilang, Sutopo mengaku instansinya belum lagi menerima laporan secara perinci karena tim SAR gabungan masih memfokuskan kegiatan mereka untuk proses evakuasi masyarakat. “Karena fokus utama sejak tadi malam, begitu terjadi gempa, kondisi gelap gulita. Masyarakat trauma, sehingga mereka mengungsi di banyak tempat. Belum dapat laporan tentang korban hilang,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sebelum gempa bumi berkekuatan 7,0 SR menguncang NTB tadi malam, status tanggap darurat masih diberlakukan di daerah itu sejak terjadinya gempa akhir Juli lalu. Tim SAR gabungan pun masih menangani pengungsi, memverifikasi, dan mendata bangunan-bangunan rusak, serta menyalurkan bantuan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Namun, saat tim masih fokus menangani pengungsi akibat gempa 6,4 SR pada 29 Juli lalu, tiba-tiba NTB kembali diguncang gempa yang lebih besar tadi malam. “Otomatis operasi yang dilakukan pun kini jadi lebih besar. Kami tambah personelnya, kami tambah peralatan logistik dan sebagainya. Kami melanjutkan tetapi dengan penanganan yang lebih intensif dengan skala yang lebih besar,” tutur Sutopo.

Dia mengungkapkan, ada 14 titik pengungsian yang disediakan di NTB saat ini. Sebagian di antaranya difokuskan di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur.(idr)

Most Popular

To Top