Nasional

Menjadi Kawasan Strategis,  Menristekdikti Minta Pengamanan Ekstra di Puspiptek

KOTA TANGERANG SELATAN, AYONEWS. COM – Dinilai sebagai objek vital nasional,  kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) harus mendapatkan pengamanan ekstra. Pasalnya,  di kawasan tersebut banyak sekali terdapat tempat – tempat reaktor penelitian dan pengembangan bagi kebutuhan riset nasional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tersebut disampaikan oleh Menristekdikti Mohammad Nasir ketika memberikan materi laporan di acara Kunjungan Kerja Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) dan Diskusi Dewan Riset Nasional (DRN) yang digelar di Gedung Graha Widya Bhakti,  Serpong,  Kota Tangerang Selatan, Senin (6/8). Menurut Mohammad Nasir, kawasan Puspiptek saat ini masih digunakan sebagai tempat penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan dan obat – obatan. Kedepannya, ia menyampaikan bahwa Puspiptek akan dikembangkan fungsinya sebagai kawasan pengembangan energi. Maka dari itu,  ia menilai bahwa wacana pengembangan fungsi bagi kawasan Puspiptek harus diiringi dengan kualitas pengamanan yang ekstra ketat.

“Saya meminta kepada pihak Wantannas untuk merekomendasikan kepada Kodam Jaya atau Kodam Siliwangi terkait peningkatan kualitas pengamanan di kawasan ini. Bagaimana tidak,  Puspiptek merupakan ikon peningkatan SDM di bidang Iptek bagi bangsa dan negeri kita,” ujar Mohammad Nasir.

Sekretaris Jendral Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Mayjend TNI Doni Monardo mengatakan akan menindaklanjuti permohonan tersebut. Doni mengakui bahwa pentingnya kualitas pengamanan istimewa di kawasan tersebut. Doni juga menyampaikan, beberapa pemikiran tentang peningkatan kemampuan dan kesediaan para teknokrat Indonesia untuk melaksanakan karya-karya dalam rangka meningkatkan ketahanan nasional.  Yakni,  dengan mengelola Sumberdaya Alam yang dimiliki baik di daratan maupun di lautan dengan mengembangkan inovasi-inovasi terbaik.

“Sektor perdagangan kini menjadi sangat dominan bagi kepentingan kemajuan setiap negara. Pasalnya,  melalui perdagangan, setiap negara selalu mengandalkan kualitas pengembangan SDM maupun SDA untuk melakukan berbagai inovasi. Maka dari itu,  peningkatan pengamanan di kawasan ini sangat mendasar untuk kita tindak lanjuti kedepannya,” cetus Doni.

Di Puspiptek sendiri,  saat ini terdapat sejumlah Fasilitas/Pusat/Balai yang dijadikan riset ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti, Technology Business Incubation Center (TBIC) Puspiptek, Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika (B2TA3) BPPT, Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS), Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) BATAN, dan Iradiator Gamma Merah Putih BATAN.

Diskusi DRN dan Wantanas digagas sebagai forum pengkayaan dan masukan atas kebijakan iptek khususnya terhadap draft UU inovasi yang sedang dalam proses pembahasan di DPR. Hal ini sesuai dengan salah satu tugas DRN yakni memberikan masukan kebijakan kepada Menristekdikti.

Hadir pada kesempatan tersebut Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe, Kepala BPPT Unggul Priyanto, Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnusubroto, Ketua DRN Bambang Setiadi, serta sejumlah anggota DRN dan Wantannas. (Lan)

Most Popular

To Top