Megapolitan

Hore…Gojek Siap Naikkan Tarif Dasar, Grab Mau Kagak…?

Ayonews, Jakarta

Tuntutan Presidium Aliansi perjuangan GARDA INDONESIA (Gabungan Aksi Roda Dua) agar manajemen aplikator Grab dan Gojek menaikkan tarif dasar ojek online, mengalami jalan buntu.

Saat pertemuan antara manajemen aplikator Grab dan Gojek dengan Garda Indonesia di gedung Promoter, Polda Metro Jaya, Jumat (3/8) di mulai jam 16.00 hingga 19.30berlangsung tidak ada kesepakatan soal tarif dasar.

Grab berkilah bahwa pihaknya Tengah memikirkan kesejahteran mitra dengan sudah menaikkan tarif.

“Bisa dilihat dari angka rata-rata sudah di harga 2700 sesuai supply and demand di beberapa lokasi saja karena transportasi online berbeda dengan konvensional,” ujar Pandu perwakilan Grab Indonesia.

Sementara itu Michael dari pihak Gojek menyatakan siap menyesuaikan tarif. “Kami dari Gojek Indonesia siap melakukan penyesuain tarif asal pihak Grab juga melakukan hal yang sama. Tidak mungkin hanya kami yang menaikkan, tapi Grab tidak,” ujarnya

Di lain pihak, Garda Indonesia mengungkapkan beberapa fakta yang terjadi di lapangan kedua manajemen aplikator itu berbohong.

Denny Wijaya,salah satu anggota presidium Garda mengatakan bahwa tarif dasar ojek online masih di kisaran 1400.

“Bila patokan data yang di paparkan sudah mencapai argo 2700,  telah membuktikan adanya pemotongan argo yang di terima pengemudi lebih dari 20 persen,” ucapnya.

Menurut Denny, yang diinginkan Garda Indonesia adalah argo dasar 3000 perkilometer.

‘Karena di rumus transportasi ada penetapatan argo dasar bahwa online adalah cara yang sesuai dengan perkembangan jaman tapi secara prinsip tetap sama,” ujar  Danny Wijaya

Igun Wicaksono yang juga anggota Presidium Garda menambahkan, melihat tidak kooperatifnya aplikator. Di satu  sisi ingin mengikuti keinginan mitra,  tapi di sisi lain menganggap sudah menaikan tarif.

“Hal ini berbeda di lapangan yang tidak ada kenaikan malah saling lempar. Tidak ada itikad baik dari kedua aplikator, yang ada justru mengadu domba seolah yang satu baik dan yang laik tidak baik, mereka hanya mempermainkan kami sebagai mitranya.” ujar Igun.

Igun menegaskan, pihaknya akan tetap melakukan aksi pada 18 Agustus 2018 seperti yang sudah direncanakan.

“Aksi ini akan terus kami kobarkan hingga aspirasi ini terpenuhi” tegas igun.(***)

Most Popular

To Top