Nasional

Akses Sulit, Sejumlah Wilayah Gempa di Lombok Belum Tersentuh Bantuan

Sejumlah warga berada di halaman rumahnya pascagempa di Desa Bentek, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8/2018). (Foto: Antara)

JAKARTA, Ayonews.com – Sejumlah daerah di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sampai saat ini masih belum terjangkau oleh Tim SAR gabungan, terutama di Lombok Utara. Pasalnya, akses ke lokasi terputus lantaran rusaknya sejumlah jembatan dan jalan di kawasan tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Lombok Utara menjadi daerah yang terkena imbas paling besar dari gempa bumi kali ini. Tercatat 72 warga meninggal, sementara ratusan lainnya luka-luka.

“Ada beberapa kendala seperti jalan mengalami kerusakan. Ada tiga jembatan di sana yang ikut rusak. Akses lokasi lokasi juga sulit dijangkau. Selain itu, kendala lain yakni keterbatasan personil, keterbatasan alat berat dan sebagainya,” ujar Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (6/8/2018).

Selain kerusakan infrastruktur umum, ratusan rumah warga juga mengalami kerusakan. Namun, lantaran sulitnya akses, petugas belum bisa mendata dan menghitung jumlah pastinya. “Kerusakan bangunan di Kecamatan Bayan mencapai 75 persen, Kecamatan Kayangan 80 persen, Kecamatan Gangga 65 persen, Kecamatan Tanjung persen, dan Kecamatan Pemenang 55 persen,” ucapnya.

Selain pemukiman, jalan raya yang menyambungkan wilayah Lombok Utara sampai Lombok Timur juga mengalami kerusakan di beberapa titik. Bangunan rumah yang ada di pinggir jalan pun rusak parah. Beberapa bahkan ada yang sampai rubuh.

“Bangunan yang sebelumnya terkena gempa 6,4 Skala Richter masih tetap berdiri, sekarang mengalami kerusakan ringan. Saat ini banyak yang rusak berat atau roboh,” kata Sutopo.

Dia juga menyampaikan jika tim BNPB akan terus mendata dampak gempa bumi tersebut. Selain itu, BNPB juga akan melakukan beberapa upaya sesuai dengan apa yang disampaikan presiden Joko Widodo.

“Pertama, Pak Presiden menyampaikan belasungkawa korban gempa. Kemudian Pak Presiden juga telah memerintahkan Menkopolhukam untuk mengkoordinir penanganan darurat di wilayah Nusa Tenggara Barat,” ucapnya.

Selain itu, Sutopo menyampaikan, Presiden juga memerintahkan kepada pemerintah setempat, Kepala BNPB, Panglima TNI, Kapolri, Menteri PUPR, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Kepala Basarnas, dan lembaga terkait untuk segera melakukan tindakan cepat dalam penanganan bencana tersebut.

“Presiden telah menginstruksikan (kepada kementerian dan lembaga terkait) untuk melakukan penanganan secara cepat, penuhi kebutuhan para pengungsi,” ucapnya.(idr)

Most Popular

To Top