Ibukota

Nasibmu Ojol, Dibenci Tapi Dirindukan

Jadi Ojol harus terima nasib, dibenci tapi dirindukan. Kenyataan ini tak bisa dielakkan. 

Sedih di saat anyep tak dapat penumpang, senang begitu handphone berdering nyangkut sebuah pesanan menjemput dan mengantar.

Diusir Satpam gedung perkantoran, hal biasa. Dibubarin Polantas dan petugas Dishub karena bergerombol di jalanan, biasa saja.

Dimaki-maki pengemudi dan penumpang kendaraan karena parkir sembarangan, juga biasa. Bersenggolan, terjatuh hingga sakit dan lelah dibikin mati rasa demi anak dan keluarga.

Tempat drop off ojol. Foto: Ardi WRC Tangsel

Tak ada jaminan kesehatan dan keselamatan, tak ada payung hukum, tak membuat patah arang untuk tetap mencari nafkah buat orang rumah. Merasa senasib, membuat para ojol kompak.

Perjuangan ini panjang dan melelahkan. Namun belakangan ini ada secercah perhatian. Ojol diberi sedikit tempat bersandar untuk pick up di beberapa gedung besar ibukota.

Ini salah satu wadah pick up dan drop off penumpang khusus Ojol. Foto: Ardi WRC Tangsel

Dalam minggu ini baru terealisasi di gedung-gedung milik pemerintah dan BUMN/BUMD.

Saat ini saya tepat di gedung Pulogebang. Petugas keamanan dan pihak pengelola gedung memberikan sosialisasi pada kami.

Kami diberi pengarahan bahwa dinas Perhubungan DKI jakarta sedang menyiapkan sejumlah titik tempat penurunan dan penjemputan bagi pengguna ojek online atau disingkat ojol. Tujuannya agar bisa lebih tertib dalam beroperasi.

Mungkin juga karena menyambut pesta olahraga Asian Games 2018 ini. Supaya tidak terlihat semrawut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan tengah mematangkan waktu pelaksanaan penertiban ojek online di bahu jalan, termasuk penyediaan titik drop off di sejumlah gedung perkantoran pemerintah daerah.

 

Kitapara ojol pun berharap gedung-gedung perkantoran swasta ikut berpartisipasi menyediakan titik drop off.

Karena sejumlah gedung pemerintahan sudah diminta untuk menyediakan titik drop off, di antaranya kantor kelurahan, kecamatan, badan usaha milik daerah (BUMD), Pasar Jaya, dan terminal.

Dengan demikian, ketika terkena penertiban maka tidak ada lagi alasan tidak adanya tempat drop off selain di bahu jalan.

Dan kami para ojol diberitahukan bahwa pihak kita apabila nanti kalau sudah smua gedung menyediakan fasilitas drop off ini sudah berjalan maka diharapkan dari kita para ojol tidak lagi melanggar ketertiban.(Ardi/WRC Tangsel)

Most Popular

To Top