Nasional

Menang di MA, Fahri Ancam Sita Gedung DPP PKS

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah.

JAKARTA, Ayonews.com – Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang dimohonkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait pemecatan Fahri Hamzah dari keanggotaan partai. Putusan MA dikeluarkan, Selasa (30/7/2018).

Atas putusan tersebut, Fahri meminta PKS menjalankan keputusan pengadilan. Wakil Ketua DPR itu mengancam akan mengambil langkah tegas jika PKS mengabaikan putusan tersebut.

“Ya pokoknya kita eksekusi dulu lah, kalau enggak, ya saya sita gedungnya atau harta dari mereka yang saya gugat,” ujar Fahri, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, (3/8/2018).

Dia menuturkan, segera melayangkan surat kepada PKS meminta memenuhi keputusan pengadilan. Menurutnya, PKS sebagai partai besar seharusnya taat hukum.

“PN (Pengadilan Negeri) sudah begitu, PT (Pengadilan Tinggi) juga begitu. Ya sekarang sudah final menyerah saja,” tuturnya.

Persoalan hukum yang melibatkan Fahri Hamzah berawal dari dinamika internal PKS yang berujung pada pemecatan Fahri dari keanggotaan partai. Namun, Fahri balik melawan hingga ke proses hukum.

Fahri menggugat ke PN Jakarta Selatan (Jaksel) dan pada 14 Desember 2016, PN Jaksel mengabulkan gugatan Fahri. Selain itu Majelis Hakim PN Jaksel memerintahkan tergugat agar membayar ganti rugi imateriel sebesar Rp30 miliar dari total tuntutan ganti rugi sebesar Rp500 miliar.

Dalam kasus ini Presiden PKS Sohibul Iman selaku tergugat I, Majelis Tahkim PKS sebagai tergugat II, dan Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS sebagai tergugat III.

Atas putusan PN Jaksel tersebut PKS kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, namun ditolak. PKS kemudian menempuh kasasi ke MA, dan ditolak.(idr)

Most Popular

To Top