Hukum

Belum Diadili, Kasus Video Porno Cut Tari-Luna Maya Dipraperadilankan

Nasib Luna Maya dan Cut Tari masih digantung oleh Kapolri. (Foto: Instagram).

JAKARTA, Ayonews.com – Kasus video porno Ariel Noah dengan Cut Tari dan Luna Maya pada 2010 lalu masih menyisakan cerita. Status Cut Tari dan Luna Maya yang masih tersangka di Kepolisian ternyata menggantung.
Lembaga Pengawas dan Pengawal Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mempraperadilankan Kapolri atas belum dihentikan kasus video porno Ariel Noah dengan tersangka Luna Maya dan Cut Tari. Sementara Ariel Noah dengan sangkaan pidana kesusilaan telah menyelesaikan persidangannya dan selesai menjalani pidana penjara 3,5 tahun.

“LP3HI menggugat praperadilan melawan Kapolri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan register nomor perkara 70/Pid.Prap/2018/PN.JKT.SEL, dan sidang sudah berlangsung agenda pembuktian dan hari Kamis (2/8) dengan agendanya kesimpulan,” kata Wakil Ketua LP3HI Kurniawan Adi Nugroho, seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Perkara Cut Tari dan Luna Maya yang sejak tanggal 9 Juli 2010 ditetapkan sebagai tersangka melanggar pasal 282 KUHP dengan ancaman pidana 1 tahun 6 bulan, belum juga dihentikan penyidikannya alias mengambang. Materi gugatan LP3HI adalah meminta hakim untuk memerintahkan Kapolri mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) secara resmi karena hukum tidak boleh menggantung nasib orang (Luna Maya dan Cut Tari) menjadi tersangka seumur hidupnya.

Gugatan praperadilan ini justru meminta Hakim untuk memerintahkan Kapolri menerbitkan SP3, karena LP3HI yakin kasus Luna Maya dan Cut Tari tidak cukup bukti dan penyidik kepolisian tidak mampu memenuhi petunjuk jaksa penuntut umum.

“Sehingga kasusnya berlarut-larut yang mana sampai saat ini tidak disidangkan di pengadilan negeri,” katanya lagi.
Kurniawan menjelaskan, LP3HI secara personal tidak mengenal dan tidak ada hubungan dengan Luna Maya dan Cut Tari, namun demi kepastian hukum maka dengan sukarela dan tanpa dibayar oleh siapa pun mengajukan gugatan praperadilan, demi penegakan hukum dan keadilan sesuai cita-cita dan Anggaran Dasar LP3HI.
“Rencananya pekan depan adalah pembacaan keputusan hakim apakah menerima atau menolak gugatan ini,” ujarnya.(iNews.id)

Most Popular

To Top