Gaya Hidup

Beragam Keindahan Anggrek Asal Indonesia di Orchid Forest

Melihat keindahan tanaman Anggrek di Orchid Forest

BANDUNG, Ayonews.com – Indonesia terkenal dengan kekayaan dan keragaman floranya. Salah satunya adalah tanaman Anggrek. Sekitar 5.000 jenis tanamam Anggrek dengan puluhan ribu spesies tumbuh di Indonesia.

Ribuan jenis tanaman Anggrek itu tumbuh di hutan-hutan kepulauan Indonesia mulai Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua. Namun, dari banyaknya jenis tanaman tersebut belum berhasil dikembangkan secara optimal.

Hanya sebagian masyarakat atau pencinta Anggrek yang berhasil mengembangkan suku anggrek-anggrekan (Orchidaceae) asli Indonesia itu, seperti yang dilakukan pihak manajemen Orchid Forest.

Lahan seluas 14 hektare yang berada di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini berhasil membudidayakan ratusan jenis Anggrek yang didapatkan dari sejumlah daerah di Indonesia.

Salah satu pemerhati Anggrek Orchid Forest Sania mengatakan, di kawasan wisata Orchid Forest terdapat 125 jenis Anggrek yang berhasil dibudidayakan. Tanaman Anggrek tersebut didapatkan dari berbagai daerah di Tanah Air.

“Anggrek khas Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua ada di sini. Bahkan, ke depannya Anggrek dari negara Amerika juga akan didatangkan,” kata Senia saat memandu 50 pewarta yang ikut dalam kegiatan Orientasi & Outbound 2018 bersama Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Rabu 1 Agustus 2018.

Dia menyebutkan, Orchid Forest bukan hanya dijadikan tempat pembudidayaan Anggrek. Tetapi, lokasi ini menjadi edu tourism yang bisa dikunjungi masyarakat. Tidak hanya itu kata Senia, pengunjung juga bisa belajar bagaimana cara membudidaya Anggrek.

“Selain wisata, pengunjung juga bisa belajar mengenal dan memahami Anggrek,” ujar dia.

Senia menjelaskan, di tempat ini terdapat jenis Anggrek langka dan unik, seperti Anggrek Paphiopedilum Javanicum endemik khas Jawa. Jenis itu hanya ada di Pulau Jawa dengan bentuknya yang unik berkantung. “Tapi kantongnya berbeda dengan kantong Anggrek pada umumnya. Unik dan sangat khas,” ungkap dia.

Selain Paphiopedilum Javanicum, lanjut Senia, ada tanaman Anggrek langka lain yang berasal dari Papua yakni Dracula mix simia. Tumbuhan ini dinilai paling spesial yang terdapat di lokasi edu wisata Orchid Forest.

“Warna kembangnya hitam pekat asal Papua. Tapi sayang, saat ini sedang tidak berbunga. Bulan depan baru berkembang lagi,” kata dia.

Sementara itu, Marketing Executive Orchid Forest Nexa Paisan mengatakan, edu wisata tanaman Anggrek Orchid Forest belum berusia satu tahun. Namun, antusias masyarakat untuk mengenal lebih dekat keindahan Anggrek cukup besar. Tingkat kunjungan wisatawan tiap harinya bisa mencapai 4.000-5.000 orang. Bahkan, pada akhir pekan atau hari libur besar tingkat kunjungan mencapai 10.000 orang tiap hari.

“Bukan hanya tanaman Anggrek, di lahan seluas 14 hektare ini juga terdapat lebih dari 20 spot selfie yang Instagramable,” kata dia.(idr)

Most Popular

To Top