Gaya Hidup

Cetak Generasi Berkualitas, Perhatikan Tumbuh Kembang Anak sejak Dini

Pantau tumbuh kembang anak sejak dini. (Foto: iStoke)

JAKARTA, Ayonews.com – Anak merupakan buah hati yang harus dijaga dan diberi kasih sayang. Orangtua diharapkan mampu menjadi panutan yang baik bagi anak-anaknya, agar mereka menjadi individu yang mandiri dan berubah menjadi generasi penerus bangsa.

Agar para orangtua semakin peduli untuk memantau tumbuh kembang anak, Kementerian Kesehatan mengadakan seminar sebagai puncak acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli 2018. Acara kali ini bertema “Anak Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat (Genius) Tumbuh Kembang Optimal”.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Kirana Pritasari, MQIH berharap masyarakat semakin peduli dalam memantau tumbuh kembang anak. Imbauan tersebut tak lepas dari masa depan bangsa yang berada di tangan generasi penerus.

Apalagi Indonesia memiliki kelebihan, yakni banyaknya masyarakat dengan usia produktif. Untuk itu, anak harus dipersiapkan kesehatannya dengan baik agar kesempatan Indonesia menjadi negara maju dapat tercapai.

“Tak semua anak dapat menjadi juara kelas, berpretasi di akademik. Sehingga sudah saatnya kita memberi pengertian lebih pada orangtua mengenai tumbuh kembang anak. Dengan perkiraan besar jumlahnya usia produktif, kita perlu persiapkan anak sejak dini untuk nanti jadi tenaga kerja manusia berkualitas,” katanya di acara HAI di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Memantau pertumbuhan anak tak sekadar mengecek berat badan, tapi juga mengukur tinggi dan lingkar kepala sesuai dengan umur anak. Sedangkan perkembangan identik dengan bertambahnya fungsi yang lebih kompleks dari gerak kasar maupun halus, bahasa, sosialisasi dengan lingkungan, dan kemandirian.

Segala hal yang dilakukan oleh orangtua maupun masyarakat sekitar dapat memengaruhi pertumbuhan anak. Kirana berharap, orangtua tidak membiarkan anaknya bermain sendiri karena dapat memengaruhi perkembangannya.

“Segala hal yang kita lakukan dapat menstimulasi anak. Misalnya, membantu perkembangan anak dengan bercerita, menyapa, mengajak jalan-jalan, menonton televisi bersama itu adalah cara menstimulasi sederhana. Jangan anak bermain sendiri, sedang ibunya sibuk dengan WA (WhatsApp). Anak jangan dibiarkan tumbuh sendiri, tapi kita harus dampingi mereka,” tuturnya.

Most Popular

To Top