Nasional

Kisruh PPDB Online Berlanjut, Komisi V DPRD Banten Minta Sekretaris Dikbud Dicopot

Kori Priadi, SE (Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten)

SERANG, AYONEWS. COM – Carut marutnya penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di Provinsi Banten disebabkan Sekertaris Dinas (Sekdis) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten sombong..

Hal itu diungkapkan salah satu anggota Fraksi Golongan Karya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi V Provinsi Banten Kori Priadi, SE saat ditemui dikediamannya di kawasan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kori mengatakan, dirinya menilai proses penyelenggaraan PPDB ini jenjang SMA/SMK di Provinsi Banten lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Menurutnya hal itu disebabkan kesombongan pejabat Dinas pelaksananya.

“Semua sudah jadi catatan kita, makanya ini menjadi pembahasan, cuman yang menjadi kesulitan kita, sombongnya Sekertaris Dinas (Sekdis) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, padahal sudah 3 kali dipanggil oleh kita tapi tidak datang-datang, itu sebelum pelaksaan PPDB. Maksud kita, kita mau nanya persiapnnya itu sejauh mana, sistemnya seperti apa, sehingga jangan sampai kektika dibuka masyarakat bingung, masyarakat datang ke kita dan kita tidak bisa menjelaskan karena kita belum dapat informasinya bagaimana, kita kesal banget itu,” terang Kori, Kamis (25/7).

Selain itu, Lanjut Bang kori sapaan akrabnya, penyebab amruknya proses PPDB ini dikarenakan ketidakmampuan Dindikbud Banten untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, mengenai mekanisme yang harus ditempuh dalam melakukan pendaftaran secara online, menjadi salah satu faktor morat maritnya pelaksanaan PPDB.

“Ini kemerosotan dibanding tahun lalu, dari tahun kan banyak kekurangan, nah untuk tahun ini lebih kurang, bukannya maju malah mundur, jadikan ketidak mampuan seoramg Sekdis yang ditunjuk oleh gubernur dalam memanejemen karena tidak dibangunnya koordinasi yang baik. seharusnya sebagai Sekdis dia bertanya kepada para kepala sekolah, dia bertanya kepada tokoh masyarakat, dia bertanya kepasa Kantor Cabang Daerah Dindikbud Banten yang ada di Kota dan Kabupaten, atau sama kita sebagai pemyambung aspirasi masyarakat. Nah ini kan tidak, saya aja sebagai mitra kerjanya saya panggil tidak datang-datang, berartikan dia sombong, kita aja dewan tidak dianggap,apa lagi bawahan dia dan masyarakat ,” tambah Kori.(Lan)

Most Popular

To Top