Politik

Pileg 2019 Harus Anti Politik Uang, Pilih Caleg yang Berhati Nurani

Ayonews, Kota Tangerang

Pesta demokrasi 2019 semakin dekat. Suhu politik di Kota Tangerang mulai menghangat. Namun itu tak dirasakan langsung masyarakat kalangan bawah. Bagi mereka pesta demokrasi itu saat ini ibarat makanan hambar.

“Sudah bosan dengan janji-janji politisi. Saat mereka kampanye dulu janjinya manis. Akan membangun ini lah itu lah, tapi lima tahun sudah mau berakhir, haji itu tidak dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucap Mulyadi, seorang tokoh pemuda Ciledug, Jumat (13/7/2018).

Pemuda yang akrab disapa Yadi kumis ini tidak akan berharap banyak lagi dalam pagelaran Pilpres dan Pemilu 2019 mendatang.

“Nggak ngaruh sama janji-janji politisi. Dulu sempat jadi timses salah satu caleg. Saya dulu memperjuangkan caleg tersebut siang malam,” kisahnya.

Saat menjadi Timses Caleg pada Pileg 2014 silam, Mulyadi menjadi ketua tim pemenangan. Ia pun ikut mengumbar janji agar calon yang didukungnya bisa menang.

“Tiap kampung kita datangi, promosikan caleg itu. Kita teriak-teriak supaya milih jagoan kita. Mau bangun fasilitas jalan lah, santunan orang miskin lah, bangun ruang pertemuan warga. Tapi janji tinggal janji, setelah jadi lupa. Boro-boro bangun jalan. Nemuin orangnya di kantor dan rumahnya aja susah,” ucapnya.

Namun demikian, Mulyadi mengaku tetap akan ikut memeriahkan Pilpres dan Pileg mendatang.

“Pelajaran pada Pileg lalu. Nggak lagi mau dirayu ini itu. Saya harus selektif memilih wakil rakyat yang duduk di legislatif nanti. Buat apa money politics yang nggak seberapa, tapi susahnya lima tahun,” paparnya.

Ditanya pilihannya nanti pada Pileg 2019 mendatang, Mulyadi masih merahasiakannya. “Yang pasti Caleg yang nggak suka umbar janji. Anti money politics, tapi harus berhati nurani,” tutupnya.(***)

Most Popular

To Top