Nasional

Kadis Pendidikan Kota tangerang mengunakan Zonasi tingkat RW, tidak mengikuti Permen No.14 tahun 2018,

Jakarta, Ayonews.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 dilaksanakan berbeda-beda di tiap daerah. Dasar pelaksanaan PPDB ini adalah Peraturan Mendikbud No 14 Tahun 2018.

“Zonasi ini banyak yang masih belum memahami. Masih banyak orang tua yang masih berburu sekolah favorit. Padahal itu sekolah favorit nggak ada. Karena gurunya juga akan kita rotasi, kita ratakan. Karena itu, saya mohon orang tua mengubah mindset itu,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy di SMK 26, Jl Balai Pustaka Baru 1, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (3/7/2018).
Mendikbud menekankan pada radius jarak antara domisili siswa dengan sekolah. Sehingga lingkungan sekolah bisa lebih dekat dengan lingkungan keluarga.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad sebelumnya juga mengatakan, saat ini Kemdikbud mengupayakan pembentukan jarak khusus untuk PPDB.

“Jadi di daerah reguler itu biasanya SD maksimal sampai 3 kilometer, kalau SMP 5-7 kilometer, kalau SMA-SMK sampai 9-10 km. Nah ini yang dulu kita mau coba, tapi karena masukan, jadi nggak memungkinkan aturan merata seperti itu. Tapi rule of time itu kita upayakan,” tutur Hamid saat konferensi pers di Gedung Graha, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (25/6).

Soal PPDB ini, di wilayah Kota Tangerang ramai diperbincangkan para siswa dan orang tua murid, SMP N 3 Ciledug Kota Tangerang menerapkan aturan Zonasi hanya berdasarkan lingkungan saja yaitu hanya lingkup RW, siswa yang berbatasan langsung dengan sekolah atau yang berjarak 50 meter tidak masuk , karena diluar zonasi RW,menurut kepala sekolah SMP N 3 Ciledug Kota Tangerang hanya mengikuti juknis yang dikeluarkan Kadis pendidikan kota tengerang , jelas H.Amsir Kepala sekolah SMP N 3 Ciledug (5/7/18)

Orang tua murid lainnya, juga memiliki pendapat serupa. Namun dia yakin juknis Diknas kota tangerang tidak benar, tidak becus membuat aturan zonasi, zonasi kok hanya tingkat RW, harusnya minimal ya tingkat kelurahan , ini sangat bodoh sekali juknis Zonasi dibuat tingkat RW , jelas santoso

“Dengan jarak yang dekat ini, anak kan tidak perlu naik motor, kalau ada apa-apa juga dekat,” ujar santoso.(5/7/18)

Baca Juga : Carut Marut Zonasi SMP di Kota Tangerang, Cerminan Kadis Pendidikan Kota Tidak Becus Kerja

Lalu bagaimana sebenarnya aturan sistem zonasi PPDB yang ditetapkan pemerintah? Berikut kutipan Permendikbud No 14/2018:
Sistem Zonasi
Pasal 16

(1) Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari Sekolah paling sedikit sebesar 90% (sembilan puluh persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

(2) Domisili calon peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling lambat 6 (enam) bulan sebelum pelaksanaan PPDB.

(3) Radius zona terdekat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kondisi di daerah tersebut berdasarkan:

a. ketersediaan anak usia Sekolah di daerah tersebut; dan
b. jumlah ketersediaan daya tampung dalam rombongan belajar pada masing-masing Sekolah.

(4) Dalam menetapkan radius zona sebagaimana dimaksud pada ayat (3), pemerintah daerah melibatkan musyawarah/kelompok kerja kepala Sekolah.

(5) Bagi Sekolah yang berada provinsi/kabupaten/kota, di daerah ketentuan perbatasan persentase dan radius zona terdekat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diterapkan melalui kesepakatan secara tertulis antarpemerintah daerah yang saling berbatasan.

(6) Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dapat menerima calon peserta didik melalui:

a. jalur prestasi yang berdomisili diluar radius zona terdekat dari Sekolah paling banyak 5% (lima persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima; dan
b. jalur bagi calon peserta didik yang berdomisili di luar zona terdekat dari Sekolah dengan alasan khusus meliputi perpindahan domisili orangtua/wali peserta didik atau terjadi bencana alam/sosial, banyak 5% (lima persen) dari total paling jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

Most Popular

To Top