Hukum

Ditangkap KPK, Ini Profil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf

JAKARTA, Ayonews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi dalam operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (3/7/2018) sore hingga malam. Dalam OTT ini KPK secara keseluruhan mengamankan 10 orang.

“Terdiri dari dua kepala daerah dan sejumlah pihak non-PNS,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo ketika dikonfirmasi Ayonews.com, Selasa (3/7/2018) malam.

KPK menduga sebelumnya telah terjadi transaksi yang melibatkan penyelenggara negara di tingkat provinsi dan salah satu kabupaten di Aceh. Dalam operasi senyap ini, KPK mengamankan uang ratusan juta rupiah. Saat ini para pihak yang ditangkap sedang menjalani pemeriksaan awal di Polda Aceh.

BACA JUGA: KPK Tangkap Gubernur dan Bupati di Aceh, Ratusan Juta Rupiah Diamankan

Lahir di Bireuen, 2 Agustus 1960, Irwandi Yusuf sejak remaja disebut tertarik di dunia pertanian. Karena itu dia melanjutkan ke Sekolah Penyuluhan Pertanian di Saree seusai menamatkan bangku pendidikan sekolah menengah pertama.

Irwandi lantas menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, dan lulus pada 1987. Irwandi kemudian mengajar di almamaternya pada 1989. Rekam jejaknya di dunia akademisi moncer karena berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan S-2 di College of Veterinary Medicine State University, Amerika Serikat.

Di luar dunia akademik, Irwandi dikenal sebagai sosok yang membidani lahirnya lembaga swadaya Fauna dan Flora Internasional pada 1999–2001. Tak hanya itu, dia juga dikenal sebagai anggota Gerakan Aceh Merdeka GAM).

Di GAM, dia bahkan dipercaya menduduki posisi Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM dari tahun 1998-2001. Sepak terjangnya itu yang membuat dia berurusan dengan aparat keamanan Indonesia.

Pada 23 Mei 2003, dia ditangkap aparat Polda Metro Jaya di Jalan Otista III nomor 4 RT 08/05 Kelurahan Cipinang Cempedak JakartaTimur. Dalam persidangan, dia divonis 7 tahun penjara.

Pilkada Aceh
Ketika Aceh menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 2006, Irwandi memutuskan maju dari jalur independen dengan menggandeng Muhammad Nazar.

Irwandi pun mengukir sejarah baru sebagai pentolan GAM yang berhasil memenangi pilkada. Mereka meraup 768.745 suara (38,20). Irwandi-Nazar dilantik pada 8 Februari 2007 oleh Menteri Dalam Negeri Mohammad Maruf di hadapan 67 anggota DPR Aceh. Pasangan gubernur dan wakil gubernur ini menjabat untuk periode 2007-2012.

Pada pilkada 2012, Irwandi memutuskan untuk maju lagi. Namun kali ini dia yang berpasangan dengan Muhyan Yunan dari jalur perseorangan gagal untuk kembali memimpin Aceh. Dua tokoh yang diusung GAM yakni Zaini Abdullah dan Muzzakir Manaf berhasil memenangi pilkada.

Pada Pilkada Aceh 2017, Irwandi kembali maju sebagai calon gubernur. Kali ini dia menggandeng anggota DPR Nova Iriansyah sebagai cawagub. Keduanya diusung Partai Partai Demokrat, Partai Nasional Aceh (PNA) dan sejumlah partai politik lainnya.

Pasangan Irwandi-Nova resmi dideklarasikan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat 5 Agustus 2016. Deklarasi dipimpin oleh Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

Irwandi-Nova sukses meraih kemenangan dengan meraup 898.710 suara dari 2,4 juta suara sah. Pasangan nomor urut 6 ini dilantik oleh Mendagri Tjahjo Kumolo pada 5 Juli 2017 dan akan menjabat untuk periode 2017-2022.

Pemeriksaan KPK
Sebelum tertangkap KPK dalam operasi senyap, Selasa (3/7/2018), Irwandi pernah diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Ruslan Abdul Gani yang sudah ditahan lembaga antirasuah itu sejak 16 Maret 2016.

Untuk diketahui Ruslan yang saat itu menjabat Bupati Bener Meriah diduga melakukan penggelembungan harga dan penunjukan langsung yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp116 miliar. Dugaan korupsi dilakukan saat dia menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).

Berikut biografi Irwandi Yusuf:

Lahir: Bireun, Aceh, 2 Agustus 1960 (57 tahun)
Jabatan: Gubernur Aceh

Pendidikan:
– Sekolah Penyuluhan Pertanian di Saree
– Sarjana Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh (1987)
– S2 Fakultas Kedokteran Hewan, Oregon State University (1993)

Penghargaan (antara lain):
– Penghargaan Ketahanan Pangan dan Peningkatan Produksi Beras dari Presiden (2010).
– Penghargaan Dari Ulama Dayah atas kepeduliannya kepada pendidikan dayah di Aceh (2011)
– Penghargaan Sebagai Warga Kehormatan Raider Kodam Iskandar Muda Aceh (2011)
– Penghargaan dari Gubernur Aceh sebagai penggagas tim nasional sepak bola Aceh yang dikirim ke Paraguay (2012).

Most Popular

To Top