Hukum

KPK Tetapkan Tersangka Ke-12 Kasus Suap PUPR

JAKARTA, Ayonews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur merangkap Komisaris PT Sharleen Raya (Jeco Group) Hong Arta John Alfred sebagai tersangka pemberi suap lebih ‎Rp11 miliar.

“HA (Hong Arta John Alfred) merupakan tersangka ke-12 dalam kasus ini. Sebelumnya KPK telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Telah diproses 5 anggota DPR, 1 kepala Badan, 1 bupati, dan 4 pihak swasta. 10 dari 11 orang tersebut telah divonis dan menjadi terpidana. Sedangkan Rudy Erawan, Bupati Halmahera Timur saat ini masih menjalani proses persidangan,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (2/7/2018).

Basaria mengatakan, KPK telah membuka penyelidikan baru kasus pembahasan dan pengesahan program aspirasi para anggota Komisi V DPR berupa proyek jalan ke dalam APBN 2016 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan infrastruktur di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Kementerian PUPR Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Berdasarkan hasil penyelidikan dan gelar perkara (ekspose), kasus tersebut naik ke tahap penyidikan. Bersamaan dengan itu KPK menetapkan Direktur merangkap Komisaris PT Sharleen Raya (Jeco Group) Hong Arta John Alfred sebagai tersangka pemberi suap.

Purnawirawan jenderal polisi bintang dua ini mengatakan, Hiong Artha disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-(1) KUHPidana. Basaria menjelaskan, penyidik sudah mendapatkan fakta-fakta yang didukung dengan alat bukti berupa keterangan saksi-saksi, surat, dan barang bukti elektronik bahwa Alfred memberikan suap sedikitnya kepada dua pihak.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, KPK masih tetap menunggu dan memperhatikan persidangan terdakwa Bupati Halmahera Timur periode 2010-2015 dan periode 2016-2021 sekaligus mantan Ketua DPD PDIP Maluku Utara Rudy Erawan.‎ Fakta persidangan terdakwa Rudy akan dicermati dan ditindaklanjuti untuk pengembangan lebih lanjut.

Most Popular

To Top