Hukum

Identitas Peretas Website KPU, Kadiv Humas Polri: Kita Sudah Tahu

JAKARTA, Ayonews.com – Polisi sudah mengetahui identitas peretas website Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, polisi belum mengungkapkan identitas pelaku dimkasud.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto meminta masyarakat tetap menunggu hasil resmi penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 dari penyelenggara pemilu.

“Kami dari Dit Siber juga ikut memantau siapa-ini yang main. Kita sudah tahu lah,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018).

Dia mengimbau, kepada pihak yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu sebaiknya mengambil langkah sesuai aturan hukum yang berlaku. “Jangan menggerakkan massa. Silakan ke MK (Mahkamah Konstitusi), mekanismenya kan begitu,” ucapnya.

Menurutnya, pengerahan massa rawan terjadi gesekan dan memicu keributan. Namun, pihaknya siap mengamankan tahapan pilkada sampai sengketa hasil pemilu selesai.

“Kami sudah siap menghadapi situasi-situasi yang sudah kami prediksi sampai situasi yang terjelek pun. Polri sudah siap (mengamankan),” katanya.

Ketua KPU Arief Budiman mengeluhkan peretasan terhadap website KPU Jabar beberapa waktu lalu sempat menghebohkan publik. Insiden tersebut terjadi bertepatan pada hari pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, Rabu (27/6/2018).

Arief juga tidak menampik adanya upaya peretasan yang dilakukan oknum tertentu terhadap sistem informasi milik instansinya. Menurut dia, bukan kali pertama website resmi KPU diretas orang tak bertanggung jawab.

“Yang jelas sistem kami diserang. Nah, kalau diserang kan macem-macem cara menangkalnya. Bisa langsung ditangkal gitu ya. Penyakit-penyakitnya ini kami bersihkan dulu,” ujar Arief dalam acara diskusi Polemik MNC Trijaya Network di Jakarta, Sabtu (2/6/2017).

Menurutnya, serangan oleh hacker (peretas) bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Bahkan, dia mengaku website resmi KPU pusat juga sempat diserang hacker pagi tadi. Karena itu, instansinya terus berkoordinasi dengan para ahli IT (teknologi informatika) untuk mengatasi upaya-upaya peretasan tersebut. “Hampir setiap menit kami diserang (hacker),” kata Arief.

Most Popular

To Top