Nasional

Golkar Nilai PKPU Larangan Napi Caleg Masih Pro Kontra

JAKARTA, Ayonews.com- Partai Golkar belum bisa menyikapi Peratuan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang larangan mantan narapidana (napi) kasus korupsi mencalonkan anggota legislatif (caleg). Peraturan tersebut tercantum dalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, peraturan yang diterbitkan KPU itu sampai saat ini masih pro dan kontra. Menurutnya, PKPU belum diundangkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

“Nah kita lihat, kan ini masih dualisme antara KPU punya aturan yang mereka akan rilis seperti itu kemudian dari Kemenkumham juga nyatakan itu batal demi hukum,” ujar Lodewijk di DPP Partai Golkar, Senin (2/7/2018).

Meskipun belum bersikap, menurutnya Partai Golkar sangat mendukung upaya pemberantasan korupsi selama mengacu undang-undang yang berlaku. Apalagi, salah satu slogan yang dimiliki saat ini, yaitu Golkar Bersih.

“Golkar kan tagline-nya bersih, tetapi jangan sampai kita menabrak aturan yang lain,” ucapnya.

Sementara itu KPU memandang polemik mengenai PKPU yang melarang mantan napi kasus korupsi mendaftarkan diri sebagai caleg pada Pemilu 2019 sudah cukup. Putusan tersebut sudah ditetapkan dan sudah berlaku secara resmi.

Ketua KPU Arief Budiman menuturkan, peraturan oleh KPU tidak mengenal bahasa setuju atau tidak oleh pihak lain setelah ditetapkan. Penolakan oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly pun tidak bisa mengubah putusan yang telah ditetapkan. Bahkan, menurut Arief, Menkumham tidak berhak memberikan persetujuan atas Peraturan KPU.

“KPU sudah melakukan proses uji publik, konsultasi dengan DPR, lalu dikirim ke Kemenkumham. Nah, ada sedikit catatan yang menurut Kemenkumham harus diperbaiki. Sementara itu, KPU melihat bahwa PKPU-nya sudah cukup untuk dilengkapi, maka KPU melakukan pengumuman, penetapan atas apa yang sudah dibuat oleh KPU,” kata Arief saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Minggu (1/7/2018).

Most Popular

To Top