Nasional

20 Tewas, 50 Korban Bertahan di Atas KM Lestari Maju Menunggu Evakuasi

MAKASSAR, Ayonews.com – Jumlah korban tewas karamnya Kapal Motor (KM) Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) terus bertambah. Data yang dirangkum iNews dari Polda Sulsel, hingga Selasa (3/7/2018) pukul 22.00 WIB, korban tewas sementara atas musibah tersebut mencapai 20 orang.

Bahkan saat ini, masih ada sekitar puluhan korban KM Lestari Maju yang bertahan di atas kapal yang kandas tersebut. Mereka menunggu pertolongan tim penyelamat untuk proses evakuasi.

“Di atas kapal yang sekarang ini (pukul 21.30 wita) kandas masih ada 50 orang korban yang membutuhkan bantuan evakuasi. Karena itu proses evakuasi tidak bisa ditunda,” kata Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsomo dalam konferensi pers yang digelar di Makassar, Selasa (3/7/2018).

Dia mengatakan, proses evakuasi akan terus dilakukan meski sudah malam hari dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat dan ombak besar. Hasil rapat Forkopimda, pemerintah bergerak cepat dengan mengirimkan tiga kapal KRI ke Selayar untuk membantu proses penyelamatan.

“Ombak besar butuh kapal penyelamat yang besar,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, data sementara hingga pukul 21.30 wita, sudah menerima laporan 17 korban luka-luka dirawat di RS KH Hayyun Selayar, dan 35 lainnya dirawat di Puskesmas Bonto Mattene.

“Dari 139 penumpang memang baru bisa diketahui sejumlah data itu, ada juga korban yang mungkin berenang, dan selamat, namun belum dilaporkan,” ucapnya.

Soni mengatakan, berdasarkan laporan dari Bupati Selayar Basli Ali, kondisi kapal sebelum berangkat rusak dan sudah termakan usia. Ketika kebocoran terjadi di lambung kapal, kemudi diarahkan ke tempat dangkal, sehingga posisi saat ini kapal dikandaskan. “Posisinya di karang sekitar satu kilometer dari pantai,” tuturnya.

Para korban yang meninggal, umumnya yang karena panik lalu terjun ke laut dalam kondisi ombak yang sangat besar. Selain korban jiwa, KM Lestari Maju juga mengangkut 48 unit kendaraan, yang terdiri atas 18 unit roda dua, 14 unit roda 4, 8 unit golongan V dan 8 unit golongan VI. Kapal juga memuat kendaraan besar mobil box angkutan Bank BPD Sulselbar yang membawa uang tunai sebesar Rp30 miliar untuk pembayaran gaji ASN, namun telah diasuransikan.

Data Korban Tewas di RS KH HAYYUNG SELAYAR;

1. Ari Laksono (50), laki-laki, Kepala ASDP Pammatata

2. Drs Rurung (58), laki-laki, guru, Jalan Mangga benteng (suami)

3. Hj Marlia (44), perempuan, Jalan Mangga benteng (istri)

4. Hj Asmawati (43), perempuan, Laiyolo Kecamatan Bonto Sikuyu Selayar

5. Sitti Saera (58), perempuan, Onto, Selayar

6. H Abd Rasyid (60) laki-laki, Jalan Ahmad Yani Benteng Selayar

7. Rini Arianti (29), perempuan, Bonea Selayar

8. Abisar (2), laki-laki, Bonea Selayar (anak Rini Arianti)

9. Rosmiati (40), Perempuan, Jalan Mangga selayar

10. Demma campong (45), laki-laki, Kalaroi Kecamatan Bonto Matene Selayar

11. Andi Le’leng (47), laki-laki, Baringan Kecamatan Bonto Sikuyu Selayar

12. Syamsuddin (50), laki-laki, Jalan Pierre Tendean Nomor 6 Selayar

13. Hensi (64), laki-laki, Baringan Kecamatan Bonto Sikuyu Selayar

14. Ati mala (58), perempuan, Baringan Kecamatan Bonto Sikuyu

15. Denniamang (72), perempuan, barat lambongan Kecamatan Bonto Matene Selayar

16. Marwani (40), perempuan, Sappang Herlang Singa Kabupaten Bulukumba

17. Hj Salmiah (55), perempuan, Kabupaten Sinjai

18. Abd Rasyid (40), laki-laki, Jalan Pahlawan Benteng Selayar (asal Pajjukukang Bantaeng)

19. Suryono (55) laki-laki, Bonehalang Selayar

20. Mayat perempuan umur 3 tahun Tanpa identitas

Most Popular

To Top