Hukum

Usai Pilkada, KPK Lanjut Periksa Ganjar Pranowo terkait Kasus E-KTP

JAKARTA, Ayonews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Pantauan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/6/2018) Ganjar tiba pukul 09.40 WIB. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka adik mantan Ketua DPR Setya Novanto, yaitu Irvano Hendra Pambudi.

Ganjar seharusnya diperiksa pada 5 Juni lalu. Namun dia tidak hadir karena sibuk persiapan sebagai peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 dan meminta KPK menjadwalkan ulang.

Nama Gubernur Jateng terpilih versi hitung cepat (quick count) itu sering disebut dalam dakwaan sejumlah tersangka kasus e-KTP. Dia disebut-sebut menerima uang 500 ribu dollar terkait proyek e-KTP.

Dalam kasus tersebut KPK sudah periksa 115 saksi untuk dua tersangka, yaitu Irvanto dan Made Oka Masagung. Saksi yang diperiksa dari unsur anggota dan mantan anggota DPR, mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, pejabat dan PNS Kemendagri serta pengurus DPD partai hingga pihak swasta.

Sesuai hasil hitung cepat, pasangan nomor urut 1 Ganjar-Yasin memperoleh suara 56,74 persen unggul atas pesaingnya pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah yang memperoleh 43,26 persen.

Menanggapi kemenangan itu, Ganjar mengaku bersyukur atas hasil hitung cepat Pilgub Jawa Tengah. Namun, Ganjar masih akan menunggu hasil resmi rekapitulasi KPU Jawa Tengah.

“Kami sekeluarga dan partai pengusung mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada kami,” kata Ganjar di kediamannya di Jalan Tengger Timur Raya Nomor 1 Semarang, Jateng.

daru/iNews.id

Most Popular

To Top