Ekonomi

Impor Migas Naik 20,95 Persen, BPS Sebut karena Konsumsi Avtur

JAKARTA, Ayonews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Mei 2018 sebesar 17,64 miliar dolar AS, naik 9,17 persen dibanding April 2018. Kenaikan itu disebabkan meningkatnya nilai impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 20,95 persen dan 7,19 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan, selama Mei 2018 terjadi kenaikan impor migas hasil minyak jenis avtur. Hal ini dikarenakan kebutuhan bahan bakar untuk pesawat meningkat untuk persiapan perjalanan mudik Lebaran.

“Avtur memang yang terbesar. Rinciannya saya tidak pegang tapi kalau secara volume menang avtur itu. Iya, kita genjot avtur untuk persiapan puasa dan :ebaran, mudik banyak ekxtra flight gitu,” kata dia di kantornya, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Impor migas yang sebesar 1,79 miliar dolar AS dipicu peningkatannya oleh melonjaknya impor seluruh komponen migas, yaitu minyak mentah 84,9 juta dolar AS, hasil minyak 382,8 juta dolar AS, dan gas 20,1 juta dolar AS. “Pokoknya lebih dominan ke avtur, Pertalite dan Pertamax tidak terlalu,” ujarnya.

Impor hasil minyak secara tahun ke tahun meningkat 29,33 persen dibandingkan bulan lalu dari 1,3 juta dolar AS menjadi 1,68 juta dolar AS. Bahkan dibandingkan Mei 2017 yang hanya 1,07 juta dolar AS naik 56,39 persen menjadi 1,3 juta dolar AS.

Selama 13 bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat pada Mei 2018 dan terendah pada Juni 2017 sebesar 1,6 miliar dolar AS. Sementara, nilai impor nonmigas tertinggi pada Mei 2018, yaitu 14,8 miliar dan terendah Juni 2017 dengan nilai 8,39 miliar dolar AS.

Kemudian, volume impor secara kumulatif Januari-Mei 2018 mengalami peningkatan 9,14 persen atau 5.960 ribu ton dibanding periode sama tahun lalu. Kondisi ini dipicu oleh naiknya volume impor nonmigas sebesar 13,61 persen ayau 6.078 ribu ton walaupun volume impor migas turin 0,57 persen.

daru/iNews.id

Most Popular

To Top