Internasional

Wall Street Tergelincir Tertekan Isu Perang Dagang

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

NEW YORK, AYOnews.com – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street memangkas kerugian pada penutupan perdagangan, Jumat (15/6/2018) waktu setempat, mencoba menjauhi level terendahnya di sepanjang sesi.

Mengutip CNBC, Sabtu (16/6/2018). indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 84,83 poin lebih rendah ke 25.090,48, dengan Caterpillar sebagai saham berkinerja terburuk dalam indeks. Indeks S & P 500 turun 0,1 persen ke 2,779.42. Indeks komposit Nasdaq tergelincir 0,1 persen menjadi 7,746.38.

“Pasar sejatinya telah melakukan pekerjaan yang baik setela adanya sentimen perang dagang,” kata Art Hogan, kepala strategi pasar di B Riley FBR.

Indeks Dow sempat jatuh sebanyak 280,93 poin, sementara S & P 500 dan Nasdaq keduanya turun 0,7 persen setelah pemerintahan Trump mengatakan akan memberlakukan tarif impor terhadap barang-barang China. Hal ini meningkatkan kekhawatiran perang perdagangan antara AS dan China.

Dalam sebuah pernyataan Jumat, Presiden Donald Trump mengatakan kebijakan impor akan memengaruhi barang-barang teknologi industri China. Ini berkaitan dengan pencurian kekayaan intelektual yang dilakukan oleh China.

Trump juga mengatakan, AS akan memberlakukan tarif baru pada barang-barang China jika negeri Tirai Bambu ini membalas hal serupa ke produk Amerika. “Ini adalah masalah yang masih menyebabkan ketakutan dan ketidakpastian di pasar, tapi nada Gedung Putih dapat berubah dengan sangat cepat,” kata Craig Birk, wakil presiden eksekutif manajemen portofolio di Personal Capital.

China segera menanggapi pengumuman pemerintahan Trump, dengan Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan akan menerapkan tarif pada skala yang sama dengan AS. “Ini terus menjadi isu utama untuk pasar tetapi kami tidak ingin melebih-lebihkannya,” kata Ed Campbell, managing director untuk QMA.

Saham Boeing dan Caterpillar turun masing-masing sebesar 2,5 persen dan 3,1 persen, sebelum menutup posisi terendah mereka hari itu. Kedua perusahaan itu sensitif terhadap ketegangan perdagangan karena bisnisnya banyak di luar negeri.

Imbal hasil obligasi AS juga turun, dengan yang bertenor 10 tahun di level 2,93 persen. Ketegangan antara AS dan beberapa mitra dagang utama telah memanas baru-baru ini ketika pemerintahan Trump mencoba untuk melawan praktik perdagangan atau kesepakatan yang dianggapnya tidak adil bagi AS.

Pasar saham AS sebelumnya menyelesaikan perdagangan dengan catatan variatif. Indeks Nasdaq mencapai level tertinggi pada sesi Kamis. Indeks S & P 500 juga naik tipis, namun Dow tergelincir. Selama sebulan terakhir, indeks Nasdaq dan S & P 500 masing-masing naik 5,4 persen dan 2,5 persen. Sementara itu, Dow telah meningkat sekitar 1,6 persen.

sumber:iNews.id

Most Popular

To Top