Hukum & Kriminal

Moeldoko: Penangkapan Terduga Teroris Tak Kenal Hari Libur

JAKARTA, iNews.id – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko enggan berpolemik dengan penangkapan terduga teroris oleh aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri pada malam Idul Fitri 1439 Hijriah. Selama dinilai terbukti melanggar hukum, penangkapan tidak akan kenal waktu.

”Penangkapan teroris gak akan berhenti, tak kenal hari raya, enggak kenal libur. Karena aapa? Karena ini enggak bisa dibiarkan,” kata Moeldoko saat menghadiri open house Lebaran 2018 di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Jumat (15/6/2018).

Pasukan Densus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris di Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). Penangkapan yang berlangsung saat malam takbiran itu sempat menggemparkan warga Dusun Serengan, Desa Gawangan, Kecamatan Colomadu, Kamis (14/6/2018) malam.

Apalagi penangkapan itu sempat diwarnai bunyi tembakan. Warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi penangkapan pun berhamburan mendekati sumber suara letusan tersebut.

Moeldoko menegaskan, segala bentuk terorisme harus ditindak demi menjaga stabilitas nasional. Karena itu, kata dia, tak perlu dipertanyakan kapan penangkapan itu terjadi. ”Jangan dikontekskan ini hari raya atau tidak, tetap (ditindak) tegas,” kata mantan Panglima TNI itu.

Dalam kesempatan itu Moeldoko juga mengingatkan Indonesia akan menghadapi rangkaian agenda politik nasional. Setelah pilkada serentak pada Juni 2018 ini, disusul pemilu legislatif dan pilpres pada tahun mendatang.

Dia mengingatkan, walaupun masyarakat memiliki pandangan dan pilihan politik yang berbeda-beda, tetapi kesepahaman tentang perdamaian dan kesatuan harus tetap terjalin.

“Maka akan terjadi sebuah hubungan yang dalam konteks demokrasi perbedaan tetap terjaga tetapi tujuan harus terpelihara,” ujarnya.

Menurut dia, perdamaian bisa terus dipertahankan jika para elite politik tetap memiliki satu tujuan yakni, menjadikan Indonesia yang adil dan sejahtera.

Most Popular

To Top