Gaya Hidup

Jarang Komen di Group Mbah Ndoyo dengan Orang Lain, Tanda Anda Depresi

Jakarta,AYOnews.com– Aktivitas masyarakat di media sosial agaknya tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi milenial. Namun, studi menyebutkan kebiasaan Anda di media sosial berhubungan erat dengan tanda-tanda depresi.

Texas University melansir lima kebiasaan di media sosial yang berhubungan dengan kondisi mental seseorang. Penelitian tersebut baru saja dipresentasikan di gelaran Association for Psychological Science di San Fransisco, Amerika Serikat, bulan lalu.

Dalam penelitian itu, para peneliti menganalisis informasi dari sekitar 500 pelajar yang aktif menggunakan media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Snapchat. Partisipan dalam penelitian diminta mengisi survei online soal perilaku mereka di media sosial.

Hasilnya, peneliti mendapati alasan seseorang menggunakan media sosial, seperti bosan, hiburan, dan mencari berita, tidak berkait dengan depresi. Namun, ada perilaku yang menggambarkan seseorang tengah depresi saat bermedia sosial.

Ciri-cirinya, pertama, orang depresi membandingkan diri mereka dengan orang lain dan menganggap mereka lebih baik.

Kedua, orang yang depresi kecanduan media sosial. Mereka juga menggunakan media sosial secara berlebihan dan berdampak buruk terhadap pekerjaan atau pendidikan yang sedang dijalani.

Ketiga, orang yang depresi cenderung merasa terganggu jika ada yang menandai mereka di foto yang tidak menarik di media sosial.

Keempat, orang yang depresi bakal lebih jarang mengunggah foto mereka dengan orang lain di media sosial. Hal ini berhubungan erat dengan kecenderungan orang yang depresi untuk mengisolasi diri sendiri.

Kelima, orang yang depresi lebih kecil kemungkinan memiliki lebih dari 300 pengikut di Twitter.

Pemimpin penelitian ini Anthony Robinson memberi catatan bahwa studi ini hanya menemukan hubungan antara kebiasaan di media sosial dengan depresi. Dia berharap temuan ini dapat meningkatkan kesadaran terhadap perilaku di media sosial yang terkait dengan depresi.

“Agar orang-orang memperhatikan (perilaku) ini,” tandas Robinson.

Daru Virgo Santoso : Editor

Most Popular

To Top