Nasional

Penumpang Angkutan Lebaran Diprediksi 19,54 Juta, Berikut Rinciannya

Jakarta- AYOnews.com -Penumpang angkutan umum pada musim Lebaran tahun 2018 diprediksi mencapai 19,54 juta orang. Angka tersebut naik 5,17 persen dibanding tahun lalu.

Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang dikutip iNews.id, Jumat (1/6/2018) menyebut, penumpang angkutan umum Lebaran 2018 terbagi dalam lima moda transportasi, yakni angkutan jalan (bus), angkutan penyeberangan, kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang.

Sebanyak 4,28 juta penumpang diprediksi menggunakan angkutan jalan, 3,81 juta penumpang menggunakan angkutan penyeberangan, dan 4,73 juta penumpang menggunakan kereta api. Kemudian 5,74 juta penumpang menggunakan pesawat terbang, dan 980 ribu penumpang menggunakan kapal laut.

Adapun kendaraan pribadi yang digunakan pemudik pada Lebaran 2018 diprediksi mencapai 12,24 juta unit atau naik 27,77% dibanding tahun lalu. Kendaraan pribadi terbagi atas mobil sebanyak 3,72 juta unit dan sepeda motor 8,52 juta unit.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sebelumnya mengklaim jalan tol maupun nontol di Pulau Jawa dan Sumatera sudah siap dipakai untuk keperluan arus mudik maupun balik Lebaran 2018. Menurut dia, kesiapan infrastruktur untuk mudik di Jawa sejauh ini sudah mencapai 90 persen.

“Di Jawa, jalan nasional ada 3 jalur yaitu Pantura (Pantai Utara Jawa), lintas tengah, dan jalur selatan. Pantura memiliki panjang 1.341 km, lintas tengah 1.197 km, dan jalur selatan 1.405 km, sehingga totalnya 3.943 km. (Kesiapan) 90 persen mantap, dan lebih baik dari 2017 kemarin,” kata Basuki, di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Selain jalan nasional, kata dia, masih ada jalan tol sepanjang 760 km yang membentang dari Jakarta ke Surabaya. Perinciannya, jalur operasional sepanjang 525 km, sedangkan jalur fungsional 235 km. Basuki menjelaskan, jalur operasional adalah jalan yang sudah dilengkapi dengan marka jalan, pembatas, dan petunjuk jalan. Sementara, jalur fungsional belum dilengkapi dengan fasilitas tersebut.

“Minggu lalu masih ada yang mulai diaspal, ada yang dibeton. Namun dijanjikan 30 Mei ini insya Allah semua dikerjakan. Jadi, (jalur) fungsional bukan jalan darurat kecuali satu titik antara Jakarta dan Semarang yaitu di Kali Kuto,” ungkap Basuki.

Jalan tol fungsional antara Jakarta dan Surabaya itu terdiri atas lima ruas. Kelima ruas itu adalah Pemalang–Batang sepanjang 39 km, Batang–Semarang 74 km, Salatiga–Solo 32 km, Sragen–Ngawi 55 km, dan Wilangan–Kertosono.

“Kita ingat Ngawi–Wilangan baru diresmikan Pak Presiden berapa bulan lalu. Sekarang Wilangan–Kertosono itu sudah siap sebetulnya, tapi masih belum kita resmikan,” ucap Basuki.

Dia mengingatkan pemudik untuk memperhatikan kondisi 60 km pertama dari arah Jakarta, karena ada elevated Cikampek–Jakarta. Menurut Basuki, pembangunan ruas itu pada H-10 Lebaran akan dihentikan dan dibersihkan.

“Jadi saya kira itu bisa memperlancar arus. Nanti Pak Menteri Perhubungan (Budi Karya) juga memberlakukan pembatasan operasi kendaraan-kendaraan besar,” tuturnya.

Adapun untuk jalan tol di Sumatera, khususnya jalan lintas timur Sumatera, Basuki memastikan juga 90 persen dalam kondisi baik, sehingga untuk dilewati pemudik. Di samping itu, ada tambahan ruas tol di Sumatera sepanjang 245 km. Perinciannya, jalur operasional sepanjang 120 km, sedangkan jalur fungsional 125 km.

daru

Most Popular

To Top