Hukum

841 Napi Dapat Remisi Khusus Waisak, 9 di Antaranya Langsung Bebas

JAKARTA, AYOnews.com – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memberikan remisi khusus kepada 841 narapidana (napi) yang beragama Buddha. Remisi tersebut diberikan terkait peringatan Hari Raya Waisak 2562.

Dari 841 napi itu, sebanyak 832 mendapatkan pengurangan sebagian hukuman, masing-masing 145 napi menerima remisi 15 hari, 516 menerima remisi satu bulan, 151 menerima remisi 1 bulan 15 hari, dan 20 menerima remisi dua bulan.

Sementara sembilan napi lainnya langsung bebas setelah mendapatkan remisi, masing-masing enam napi menerima remisi satu bulan. Kemudian satu napi menerima remisi 15 hari, satu lagi remisi 1 bulan 15 hari, dan satu napi menerima remisi dua bulan.

“Remisi diberikan kepada narapidana Buddha yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif,” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami, Rika Aprianti dalam siaran pers tertulisnya, Selasa (29/5/2018).

Saat ini, jumlah napi pemeluk Agama Buddha di lapas dan rutan berjumlah 2.806 orang. Kanwil Sumatera Utara menyumbang penerima remisi terbanyak, yakni 157 napi, disusul Kalimantan Barat sebanyak 122 orang dan DKI Jakarta sebanyak 115 orang.

“Seperti telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak sedang menjalani hukuman disiplin, berkelakuan baik , serta turut aktif mengikuti program pembinaan di lapas atau rutan,” ucapnya.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Kemenkumham, Harun Sulianto mengungkapkan, pemberian remisi khusus Waisak 2018 juga telah menghemat anggaran biaya makan napi sebesar Rp377.055.000 dengan rincian biaya makan per orang per hari sebesar Rp14.700 dikalikan 25.650 hari.

“Remisi ini diharapkan menjadi motivasi bagi napi untuk selalu berkelakuan baik selama menjalani pidana, tidak melakukan pelanggaran, menyadari kesalahannya dan dapat mempercepat berintegrasi kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Most Popular

To Top