Internasional

Harga Minyak Naik Ditopang Meredanya Ketegangan Perdagangan AS-China

SINGAPURA, AYOnews.com – Harga minyak kembali naik seiring berita Amerika Serikat (AS) dan China yang menahan kebijakan pembatasan perdagangan. Kedua negara ekonomi terbesar dunia itu akan menindaklanjuti kerja sama perdagangan secara komprehensif.

Mengutip Ruters, Senin (21/5/2018), Minyak mentah Brent berjangka naik 36 sen atau 0,5 persen menjadi 78,87 dolar AS per barel pada 00.45 GMT. Brent berhasil mencapai lebel 80 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak November 2014 pada pekan lalu.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 40 sen atau 0,6 persen ke 71,68 dolar AS per barel.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, AS-China menahan kebijakan pembatasan perdagangan dan segera menekan perjanjian dagang yang lebih luas dalam waktu dekat. Hal ini diprediksi memberi sentimen positif ke perdagangan awal pekan pada pasar saham di awal pekan ini.

“AS dan China setuju untuk tidak ada perang dagang, dan akan positif untuk harga minyak mengingat kemungkinan perang dagang akan memberikan pukulan yang signifikan terhadap pertumbuhan global,” kata Stephen Innes, kepala perdagangan untuk Asia-Pasifik di Pialang berjangka Oanda di Singapura.

Namun, harga minyak mentah agak sedikit menjauh dari level tertingginya yang dicapai pekan lalu karena para traders dan analis melihat adanya pasokan yang mampu memenuhi permintaan meski organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) telah memangkas produksinya.

“Tanpa eskalasi lebih lanjut dalam risiko geopolitik, minyak mungkin akan turun,” kata Greg McKenna, kepala strategi pasar di broker berjangka AxiTrader.

Chief Executive BP Bob Dudley memperkirakan AS akan membanjiri pasar minyak lewat produksi shale oil-nya dan OPEC berpotensi menggenjot produksi karena suplai dari Iran tertutup akibat sanksi.

Perusahaan jasa energi Baker Hughes mencatat, jumlah rig minyak AS kini sebanyak 844. Jumlah itu sama dengan pekan sebelumnya, yang menandai level tertinggi sejak Maret 2015.

Most Popular

To Top