Hukum & Kriminal

Penyebar Hoaks Bom di Gereja Santa Anna Terancam Hukuman Seumur Hidup

JAKARTA,AYOnews.com – Polisi menjerat tersangka penyebar berita hoaks terkait adanya teror bom di Gereja Santa Anna, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, dengan pasal berlapis. Pemuda berinisial MIA (25) warga Tambun, Kabupaten Bekasi, dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

“Pelaku terbukti memberikan berita bohong lewat transaksi elektronik. Jadi kita kenakan UU ITE. Di samping itu, kita juga jerat UU Pemberantasan Terorisme. Ini ada di pasal 6 dan 7 Perpu No 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Ancaman hukuman bisa mencapai 20 tahun bahkan seumur hidup,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Tony Surya Putra, di Mapolres, Selasa (15/5/2018).

BACA JUGA: Polisi Tangkap Penyebar Berita Hoaks Ada Bom di Gereja Santa Anna Duren Sawit

Pelaku MIA ditangkap di rumahnya kawasan Tambun, Bekasi. Penangkapan terhadap tersangka setelah polisi menyelidiki telepon masuk yang melaporkan adanya bom di Gereja Santa Anna. Dari penelusuran rekaman percakapan telepon di operator seluler, komunikasi berasal dari nomor milik MIA.

“Pelaku penelpon gelap ini menelpon ke petugas jaga di Polsek Duren Sawit, Senin (14/5/2018) sekitar pukul 08.00 WIB. Isi dari pembicaraan di telpon menginformasikan ada mobil Avanza warna silver melempar tas ransel ke Gereja Santa Anna,” tutur Tony.

Saat dikonfirmasi oleh petugas jaga Polsek Duren Sawit, pelaku MIA mengaku sekuriti Gereja Santa Anna. Informasi itu langsung ditindaklanjuti polisi. Tim Gegana Brimob dan puluhan polisi bersenjata lengkap menyisir seluruh area gereja.

Setelah satu jam lebih tak ditemukan benda seperti yang dilaporkan MIA, polisi memeriksa saksi-saksi termasuk seluruh petugas sekuriti Gereja Santa Anna. Mabes Polri kemudian menyatakan teror bom di Gereja Santa Anna merupakan berita bohong atau hoaks.

“Ini bentuk teror, karena dengan adanya telepon yang dilakukan tersangka membuat panik, apakah itu petugas maupun masyarakat,” tuturnya.

Tersangka MIA beralasan nekat melakukan perbuatan tersebut karena iseng. “Motifnya dengan saya lakukan begini reaksinya bagaimana? Ini pelaku seneng ini sudah membuat resah masyarakat,” kata Tony.

M.Daru Virgo Santoso
https://www.iNews.id

Most Popular

To Top