Ekonomi

Bom Surabaya, Bappenas Pastikan Investasi Infrastruktur Tetap Berjalan

JAKARTA, AYOnews.com – Pemerintah meyakini investasi Indonesia akan tetap berjalan menyusul adanya teror bom di Surabaya, Jawa Timur. Begitu pun dengan pengerjaan infrastruktur dipastikan tidak akan terganggu dan tetap memberikan dampak ke perekonomian.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, proyek-proyek pembangunan infrastruktur nasional serta venue untuk Asian Games 2018 tetap berjalan normal. “Investasi mengenai infrastruktur tak akan terganggu sama sekali dengan event termasuk yang tadi pagi terjadi di Surabaya,” ucapnya di Forum Merdeka Barat 9, Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Ia melanjutkan, saat ini venue untuk Asian Games 2018 mayoritas sudah siap digunakan. Namun, masih ada dua atau tiga venue yang masih harus diselesaikan dan ditargetkan akan rampung pada Juni dan Juli mendatang.

“Penyelesaian LRT (Light Rail Transit) Palembang, proyek Pak Sandi antara Kemayoran dan Rawamangun dan juga venue-venue,” kata dia.

Selain itu, pemerintah menjamin sudah menyiapkan pengamanan di perhelatan olahraga terbesar di Asia tersebut. Bahkan, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk keamanan dalam anggaran total Asian Games yang sebesar Rp30 triliun.

“Mengenai pengamanan di event besar itu sekarang sudah ada anggaran yang signifikan untuk pengamanan. Anggarannya biaya operasional sudah ada di dalam anggaran yang disalurkan mengenai Inasgoc atau melalui pemerintah daerah,” ujarnya.

Sebab, kemanan merupakan poin penting dan bagian yang paling dasar dalam acara besar seperti ini. Oleh karena itu, ia yakin pemerintah akan mengikuti standar tersebut untuk Asian Games 2018.

“Memang menjadi standar terutama kejadian yang paling berat di Olympic dan ada ledakan kecil tapi itu memengaruhi event sendiri. Setelah itu praktis semua event menjadi makin ketat,” tuturnya.

Sebagai informasi, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) merilis kronologi teror bom di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi. Ledakan bom pertama terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel, sementara terakhir di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno.

“Jam kejadian pukul 06.30 WIB di Gereja Santa Maria, kemudian di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.15 wib, serta Pantekosta pukul 07.53 wib,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Bom meledak sesaat sebelum umat Nasrani melakukan ibadah kebaktian Minggu. Hingga saat ini, peristiwa itu telah menewaskan 11 orang dan 41 orang lainnya mengalami luka berat. Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) meyakini pengeboman tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) pagi merupakan tindak terorisme terencana.

“Ini sudah pasti terorisme karena terlihat teroganisir dan terencana, dan dari sembilan korban yang meninggal tersebut diduga ada pelaku bom bunuh diri,” kata Sekretaris Umum PGI Pendeta Gomar Gultom usai konferensi pers di Graha Oikoumene Jakarta

Sumber:iNews.id

Most Popular

To Top