Politik

Survei INES: Masuk 5 Besar, Tren Elektabilitas Partai Perindo Naik

AYOnews Jakarta
Tren elektabilitas Partai Perindo terus naik berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga. Dari beberapa survei yang dirilis pada April dan Mei 2018, partai pimpinan Hary Tanoesoedibjo berhasil mengungguli sejumlah partai lawas dan memperoleh hasil tertinggi di antara partai baru.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis Indonesia Network Election Survei (INES) yang dilakukan 12-28 April 2018, Partai Perindo masuk lima besar parpol pilihan rakyat. Responden disuguhi pertanyaan: jika pemilu digelar hari ini, partai apa yang akan Anda pilih? Responden yang memberikan pilihannya kepada Partai Perindo mencapai 5,8 persen.

Direktur INES Oskar Vitriano mengatakan, pihaknya telah melakukan serangkaian survei untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo dan peta kekuatan politik menjelang Pemilu 2019. INES memilih 2.180 responden secara proporsional di 408 kabupaten/ kota di Indonesia. INES menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,1%, pada tingkat kepercayaan 95%.

“Partai baru yang punya elektabilitas paling tinggi hanya Partai Perindo hingga 5,8 persen. Ini partai baru yang cukup naik (elektabilitasnya),” ungkap Oskar saat pemaparan hasil surveinya di Jakarta, Minggu (6/5/2018).

Dari survei yang dirilis INES menunjukkan hasil berbeda dengan lembaga survei sebelumnya yang selalu mengunggulkan PDI Perjuangan di urutan teratas. Survei ini membalik keadaan dengan menempatkan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di atas PDIP. Partai Gerindra memperoleh suara 26,2 persen dan PDIP di posisi kedua sebesar 14,3 persen.

Selanjutnya, Partai Golkar 8,2 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 7,1 persen, dan Partai Perindo 5,8 persen. Partai Perindo berada di atas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memperoleh suara 5,7 persen dan Partai Amanat Nasional (PAN) 5,3 persen. Sementara Partai Demokrat yang biasanya berada di papan tengah turun drastis dengan suara 4,6 persen. Selanjutnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3,1 persen, Partai Nasdem 3,1 persen, dan Partai Hanura 2,3 persen.

INES melakukan pengumpulan data dengan wawancara secara sistematis dan melakukan cek ulang di lapangan sebanyak 20% dari seluruh responden. Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sektor domestik atau publik dengan aneka profesi, ragam pendidikan, umur, serta penghasilan dan latar belakang agama yang berbeda.

Sebelumnya, hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan Maret 2018 menempatkan Partai Perindo di posisi ke enam dengan perolehan suara 4,6 persen. Posisi itu mengalahkan beberapa partai lawas seperti PKS yang mendapat suara 4,0 persen, PPP 3,5 persen, dan PAN 1,9 persen. Di posisi pertama dan kedua ditempati PDIP sebesar 27,7 persen dan Partai Gerindra dengan elektabilitas 11, 4 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan bebagai lembaga survei menemukan hasil yang hampir sama. “Yang mengagetkan sekali, namun survei lain juga menemukan hal tersebut, yakni Perindo dengan 4,6 persen,a�? kata Burhanudin, Kamis (3/5/2018).

Cyrus Network merilis elektabilitas Partai Perindo sebesar 4,3 persen mengungguli sejumlah partai lawas, yakni PKS, Nasdem, PAN, dan Partai Hanura. Sementara Alvara Research Center menunjukkan Perindo sebagai partai baru paling dipercaya dan direkomendasikan pemilih.

Perindo memiliki indikator NetTruster dan NetPromoter tinggi. Dari survei Alvara, didapatkan tiga klaster partai. Partai dengan nilai NetTruster dan Net Promoter Tinggi adalah PDIP, Gerindra, Perindo, PKS dan PKB. Partai dengan nilai NetTruster dan Net Promoter menengah adalah Nasdem, PBB, dan PPP.

Sumber:iNews.id

Most Popular

To Top