Ibukota

Menhub Siap Bantu KPK

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sejatinya ingin memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. Hanya saja, ia harus menghadiri acara internasional mewakili negara Indonesia di waktu yang bersamaan.

Demikian disampaikan Kabiro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Baitul Ihwan kepada wartawan, Jumat (13/10/2017).

Seyogianya, Menhub dijadwalkan pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara yang mendera Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adiputra Kurniawan dan Dirjen Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono.

Ihwan menjelaskan, bahwa  Menhub Budi saat ini tengah menghadiri kegiatan para menteri transportasi negara-negara yang masuk dalam ASEAN. Acara tersebut digelar di Singapura, sejak Kamis kemarin, 12 Oktober 2017.

“Para Menteri Transportasi ASEAN menandatangani 4 buah kesepakatan yaitu terkait liberalisasi bidang jasa transportasi udara,” ujarnya.

Karena itu, Ihwan mengatakan pihaknya telah memberi tahu kepada penyidik KPK, dan akan dijadwalkan ulang.

“Jadi pada prinsipnya, Menhub siap membantu KPK,” ujar Ihwan.

Dalam kasus ini, KPK telah menjerat dua orang tersangka. Namun kepada Tonny, KPK juga menambahkan sangkaan penerimaan gratifikasi yang nilainya capai Rp 20 miliar.

Adapun Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan selain memanggil Budi Karya, penyidik KPK juga bakal memeriksa Kepala Seksi Promosi Direktorat Pembinaan Keselamatan Ditjen Perhubungan Darat Sapril Imanuel Ginting, serta pihak swasta Komang Suyawati dan Oscar Budiono BSC.

“Ketiganya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka APK,” kata Febri di kantor KPK, Jakarta.

Tak hanya saksi, penyidik juga memanggil Adiputra selaku tersangka pemberi suap kepada Tonny pada hari ini.

Adiputra diduga memberikan uang senilai Rp 1,174 miliar kepada Tonny terkait proyek di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

Most Popular

To Top