Pendidikan

Hadiri Penyuluhan OASE, Presiden Jokowi Titip Pesan Persatuan

Ayonews.com, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahaya penggunaan Narkoba, tontonan pornografi dan kekerasan kepada pelajar. Selain itu, Presiden Jokowi juga berpesan agar siswa-siswi memupuk persatuan dan kesatuan sejak dini.

“Anak-anak harus hati-hati dengan yang namanya Narkoba. Kita harus bilang tidak untuk Narkoba,” kata Presiden dalam sambutannya saat penyuluhan bahaya Narkoba, pornografi dan kekerasan kepada siswa-siswi SD, SMP dan SMA/SMK se-Provinsi DKI Jakarta di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/11).

Sebanyak 2.500 siswa siswi SD yang diundang ke acara di Hall C JI-Expo berkesempatan melakukan interaksi dengan Presiden. Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE), Kementerian Pertahanan, BNN, Pemprov DKI Jakarta, Polri, Kemenkumham serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu juga mengundang 4.500 siswa-siswi SMP, SMA dan SMK se-Jabodetabek.

Penyuluhan dilaksanakan pada Rabu (11/10), di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri oleh ribuan pelajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kegiatan ini merupakan sinergitas kerja sama program bela negara Kementerian Pertahanan RI dengan program sosialisasi anti-narkoba milik Kepolisian RI yang juga melibatkan lembaga-lembaga terkait lainnya. Adapun korelasi terletak pada kerangka besar program yang memuat permasalahan narkoba,” kata Ketua bidang III sosial-budaya OASE Nora Tristyana Ryamizard Ryacudu , Rabu (11/10/2017) .

OASE dibentuk pada 27 Oktober 2014 lalu, bertepatan dengan pelantikan Kabinet Kerja Joko Widodo periode 2014-2019. Tujuannya untuk mendukung program pemerintah sesuai kapasitas sebagai pendamping serta jaringan komunikasi kepada masyarakat.

Ada tiga program besar yang menjadi perhatian OASE, seperti program pendidikan, program kualitas keluarga, dan program sosial-budaya. Tiga program tersebut mempunyai fokus masing-masing, yaitu program sosial-budaya sendiri berfokus pada gerakan anti-pornografi, kekerasan dan perlindungan untuk anak.

Iriana dan Mufidah berperan sebagai pembina dalam organisasi ini. Selanjutnya Erni Guntarti Tjahjo Kumolo menjadi Ketua Umum OASE Kabinet Kerja.

Sementara Siti Faridah Pratikno dan Endang Nugrahani Pramono Anung didapuk sebagai sekretaris, serta Ratnawati Setiadi Jonan sebagai bendahara. Sedangkan ketua masing-masing program juga diduduki oleh para pendamping menteri Kabinet Kerja yaitu Ratna Megawangi Sofyan Djalil sebagai ketua bidang pendidikan karakter, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo sebagai ketua bidang kualitas keluarga, serta Nora Tristyana Ryamizard Ryacudu sebagai ketua bidang sosial budaya.

Most Popular

To Top