Nasional

Tarik Investasi Lewat Pameran Logistik dan Transportasi

NUSA DUA – Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan ide atau gagasan kepada publik melalui media luar ruang. Melalui kegiatan pameran diharapkan ide atau gagasan tersebut dapat diketahui masyarakat dengan target pasar tertentu serta terjadi komunikasi antara juru penerang dan pengunjung.

Pada 4th Asia-Europe Meeting Transport Minister Meeting (ASEM TMM) yang berlangsung di Hotel Westin Nusa Dua Bali pada 26-28 September 2017 turut pula digelar pameran dengan tema transportasi dan logistik. Tujuan pameran ini sendiri adalah agar para delegasi serta masyarakat mendapatkan informasi peluang kerja sama dan investasi, mendapatkan informasi terkini terkait pembangunan infrastruktur transportasi di negara Asia dan Eropa, khususnya Indonesia, memperkenalkan produk dan layanan bisnis sektor transportasi serta mewujudkan peluang baru melalui perluasan jaringan bisnis. Pada pameran ini dipajang pula foto-foto infrastruktur transportasi di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, baik darat, laut, udara maupun kereta api.

“Sampai pada pameran hari pertama (26/9), baru tahap komunikasi awal yang terjadi di stand pameran. Seperti misalnya Malaysia, Pakistan dan Filipina yang tertarik untuk dapat mengenal lebih jauh dengan menjalin komunikasi dengan PT. LEN. Demikian halnya dengan Malaysia, Korea Selatan, Rusia, Singapura yang ingin melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan INKA. Komunikasi awal juga terbangun oleh ASDP dengan Polandia,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Baitul Ihwan.

Menurut Baitul target pengunjung dari kegiatan pameran ini yaitu pembuat kebijakan (policy maker) yang hadir pada kegiatan ASEM TMM ke 4. “Diharapkan dengan mereka melihat dan mengunjungi pameran dapat menggugah hati dan pikirannya sehingga mau menanamkan modalnya khususnya di Indonesia,” ucap Baitul.

Adapun peserta pameran adalah dari dalam dan luar negeri, delegasi ASEM TMM ke 4. Peserta dari dalam negeri yakni Kementerian Perhubungan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Dinas Pariwisata Provinsi Bali, PT Angkasa Pura I, PT ANgkasa Pura II, PT Airnav Indonesia, PT Garuda Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia I, PT Pelabuhan Indonesia II, PT Pelabuhan Indonesia III, PT Pelabuhan Indonesia IV, PT LEN Industri, PT Pindad, PT INKA, DPP ALFI, DPP INSA, KADIN, Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, PT SMI, Danareksa Sekuritas dan PT ASDP Indonesia Ferry. Sedangkan peserta dari luar negeri yaitu Uni Eropa (Eurocham), Jepang (Japan Consortium, JARTS, Komatsu Ltd, Metropolitan Expresswat Company Limited), Rusia (RT – Invest Transport System Limited Liability Company), Inda (GVK Services Indonesia, Polandia (Mars Shipyards & Offshore) dan Italia.

Menurut salah satu peserta pameran yang berasal dari PT Indutri Kereta Api (INKA) Cholik Muhammad, sudah ada negara yang berminat terhadap produk yang ditawarkan INKA. Ia mengatakan sudah ada perhatian khusus yang ditunjukkan negara Malaysia terhadap INKA.

“Kemarin dari Kementerian Transportasi Malaysia berencana akan ke Madiun untuk menindaklanjuti kereta api Malaysia, termasuk maintenance dan suku cadang. Malaysia melihat ekspor PT INKA ke Bangladesh maupun ke beberapa negara seperti Thailand, Singapura dan Australia, sehingga mereka akan mencoba untuk menjajaki. Perhitungan jarak yang dekat dengan Indonesia menjadi pertimbangan mereka karena akan lebih ekonomis dan lebih efisien untuk membeli produk-produk PT. INKA,” kata Cholik.

Sementara itu salah satu peserta pameran dari luar negeri adalah Japan Consorsium. Menurut Takehiko Hatsuku dari metropolitan Expressway Company Ltd. yang tergabung dalam Japan Consorsium melalui pertemuan ASEM TMM ke 4 ini diharapkan pihaknya dapat bertemu dengan perwakilan dari negara-negara Asia dan Eropa. Ia berujar bahwa perusahaannya memiliki kemempuan Asset Management System, sehingga ia berharap dapat mengenalkannya kepada negara-negara Asia dan Eropa.

Khusus Indonesia Hatsuku berpendapat perusahaannya telah memiliki hubungan yang baik dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia. “Kami mempunyai hubungan yang baik dengan Indonesia. Contohnya kami telah mengadakan MoU dengan Astra Group dan kami mempunyai kontak yang bagus dengan mereka,” katanya.

Pada kesempatan yang sama koordinator pameran pada booth Kementerian Perhubungan Gatut Aribowo mengatakan guna memberikan penjelasan yang mumpuni dan komprehensif kepada para delegasi, masing-masing subsektor di kementerian Perhubungan mengirimkan pegawainya menjadi juru penerang. “Kalau juru penerang kami minta langsung dari subsektor di Kementerian Perhubungan baik darat, laut, udara maupun kereta api, sehingga mereka sudah menguasai materi yang akan disampaikan,” tutup Gatut. (HH/TH/BS/BI)

Most Popular

To Top