Pendidikan

Kampanye So Tango “Enaknya Gak Hoax

Ayonews.com, Jakarta- Generasi muda harus didorong untuk meningkatkan literasi agar ke depan menjadi manusia yang kritis dan memiliki kehidupan lebih baik. Literasi saat ini juga dibutuhkan untuk mengurangi kecanduan mereka pada sosial media yang tak hanya memiliki dampak positif, tetapi juga negatif karena dipenuhi beirta-berita bohong atau hoax.

“Literasi menjadi salah satu cara supaya anak muda tidak terpicu berita berita hoax,” kata Alois Wisnuhardana, head of social media Management Center, Kantor Staf Presiden RI pada acara peluncuran kampanye So Tango ‘Enaknya Gak Hoax’ di SMK 19, Jakarta, Rabu (20/9) lau.

Mirisnya, kata Alois, literasi di Indonesia masih sangat rendah. Literasi Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara yang disurvei. Anak muda kini, kata dia, lebih menyukai membaca media sosial.

Meskipun penetrasi internet sangat tinggi, yaitu 262 juta pengguna internet di Indonesia, namun lebih banyak menggunakannya untuk membaca media sosial. Data mengungkapkan, jumlah pemakai smartphone di Indonesia 1,25 kali jumlah penduduk dengan pengguna Facebook (FB) nomor empat di dunia.

“Ketika membaca FB ini lah anak muda rentan mendapat berita hoax dan menyebarkannya. Mungkin karena emosi anak muda masih labil sehingga lebih gampang terpicu emosi dan lalu menyebarkannya. Ini bahaya, karena bisa merugikan masa depannya sendiri,” kata Alois yang mengungkap ada 83 juta akun palsu di dunia.

Menurut Kementerian Kominfo, di akhir tahun 2016 ada 800 ribu situs terindikasi menyebarkan hoax dan ujaran kebencian. Hoax banyak disebar melalui media sosial. Berdasarkan survei We Are Social pada 2017, 18% pengguna media sosial adalah pelajar berusia 13-17 tahun.

“Karena itulah, So Tanggo merasa perlu mengedukasi generasi muda agar tidak mudah menyebarkan berita hoax,” kata Harianus Zebua, head of corporate and marketing Communication OT Group. Kampanye So Tango ‘Enaknya Gak Hoax’ akan digelar di sejumlah kota,seperti Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, Palembang, dan Medan.

Kampanye menargetkan 100 ribu pelajar. Soa Tango adalah varian terbaru wafer Tango yang menggunakan coklat Belgia. “So Tango menyasar remaja yang mengutamakan rasa berkualitas,” kata Harianus yang mengungkap Tango menguasai lebih dari 30% pasar wafer di Indonesia.

Most Popular

To Top